CILEGON – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkot Cilegon, Selasa (25/7). Aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari anggota kepolisian dari Polres Cilegon.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Kota Cilegon, Abdul Wafa mendesak Pemkot Cilegon menuntaskan pembangunan dari hal-hal terkecil sebelum menindaklanjuti pembangunan pembangunan skala besar. Kata dia, hal itu harus dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan sosial dalam kesejahteraan masyarakat Cilegon.
“Pemkot harus menindaklanjuti pembangunan drainase di daerah Ciwandan yang mangkrak. Juga memberikan air bersih kepada penduduk Kampung Watu Lawang, Pasir Salam, Ciporong, Kampung Baru Merak, dan Langon,” ujarnya.
Wafa, menyayangkan perhatian Pemkot Cilegon saat ini masih kepada penataan pusat kota. Sedangkan di sudut-sudut atau pelosok daerah masih belum mendapat perhatian.
“Pembangunan harus merata. Pembangunan akses penerangan mesti sampai wilayah sudut Kota Cilegon. Mempercepat pembangunan rumah tidak layak huni di Kota Cilegon untuk rakyat tidak mampu. Dan membangun batas jalan di lingkungan Kelotoh sampai Watulawang,” katanya.
Bukan hanya pembangunan fisik, HMI juga membahas tentang pembangunan sumber daya manusia yang harus digencarkan. Terutama kepada para aparatur pemerintah.
“Tingkatkan pelayanan dan kinerja RSUD. Memberikan pengawasan kepada pegawai negeri sipil dalam bekerja. Dan memberikan bimbingan untuk pengangguran di Kota Cilegon yang mencapai 11 persen dari jumlah penduduk yang ada. Selain itu Pemkot wajib mendirikan rumah baca di setiap kelurahan se Kota Cilegon,” katanya.
Aksi sempat ricuh saat mahasiswa memaksa untuk bertemu Walikota Cilegon. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan anggota kepolisian tak terelakan. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










