CILEGON – Paguyuban Ojek Pangkalan Cilegon (POPC) menggelar aksi damai di depan pintu gerbang kantor Pemkot Cilegon, Selasa (21/11). Aksi ini disebut guna menyosialisasikan hasil kesepakatan antara ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di Kota Cilegon.
Ketua POPC Kota Cilegon Huri Masghuri mengaku akan terus mengawal hasil kepekatan itu agar adanya kebersamaan antara ojek online dan ojek pangkalan. “Ini bukan aksi, akan tetapi pawai simpati damai untuk menyosialisasikan. Dari pada dibisikin satu-satu bensin saya habis, waktu dan tenaga terkuras. Kalau begini satu kali gebrakan selesai,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak salah menafsirkan terkait aksi yang digelar kali ini. “Kalau ada yang salah menafsirkan, itu di luar tanggung jawab saya. Tanggung jawab saya di depan hukum tidak berat, secara internal juga tidak punya PR tanggung jawab moril,” katanya.
Ia mengungkapkan hasil kesepakatan bersama yang juga disaksikan oleh Dinas Perhubungan Cilegon, Kepolisian, dan Satpol PP Cilegon antara lain tentang:
– Mitra ojek online tidak berhenti dan mengambil penumpang di lokasi pangkalan ojek. Kecuali dalam rangka mengirim pesanan atau mengantar penumpang.
– Mitra ojek online dan ojek pangkalan tidak diperbolehkan berkumpul di bahu jalan guna menghindari kemacetan lalu lintas.
– Ojek pangkalan dan mitra ojek online tidak diperbolehkan saling melakukan intimidasi, sweeping, atau tindakan anarkis. Apabila terjadi maka pihak keamanan/Kepolisian akan menindak tegas sesuai dengan hukum perundang-undangan yang berlaku.
– Apabila terjadi perselisihan antara ojek online dan ojek pangkalan akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat.
(Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









