SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menyinggung tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten. Menurut pria yang akrab disapa WH tersebut bahkan tingkat pengangguran terbuka di Banten jauh di atas nasional.
“Saya enggak tahu nih penyumbang dari sektor mana, perlu ditelisik,” kata mantan Walikota Tangerang tersebut saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Evaluasi Kinerja Pembangunan Banten dan Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2018 di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (20/12).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMK justru paling banyak melahirkan pengangguran. Dari data BPS tersebut, WH melihat adanya indikasi lulusan SMK paling banyak melahirkan pengangguran.
Setelah ditelisik, lanjut WH, jurusan di SMK yang banyak diminati adalah jurusan multimedia, komputer, dan komunikasi, dan dari jurusan-jurusan itu banyak lahir pengangguran.
“Di samping itu, banyak sekolah belum memiliki kapasitas ruang praktik dan para guru (yang memenuhi kapasitas). Makanya mesti kita benahi,” ujar WH.
Menurutnya, jurusan teknik seperti arsitektur yang banyak diminati oleh industri. Namun sayangnya, jurusan-jurusan tersebut tidak diminati masyarakat.
BPS mencatat angka pengangguran di Provinsi Banten berada di posisi keempat setelah Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Maluku. Jumlah pengangguran di Banten sebanyak 7,55 persen dari jumlah penduduk sebanyak 11 juta.
Angka tersebut sangat memprihatinkan, mengingat jumlah perusahaan di Banten yang tercatat secara resmi sebanyak 14.327 perusahaan, yang terdiri dari perusahaan besar, sedang, dan kecil. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









