SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Masa depan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banten kembali menjadi sorotan. Dorongan kuat datang dari Komisi V DPRD Banten yang menilai, sejumlah jurusan di SMK sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan industri.
Desakan evaluasi itu mencuat ketika Ketua Komisi V DPRD Banten, Ananda Trianh Salichan, menyampaikan kegelisahannya terhadap tingginya angka pengangguran dari lulusan SMK.
Menurutnya, akar persoalan tidak hanya pada keterampilan siswa, tetapi juga pada jurusan-jurusan di SMK yang dianggap sudah tidak lagi menjawab kebutuhan pasar.
“Jurusan-jurusan yang sudah kurang relevan itu kalau bisa dihapuskan saja, diganti dengan jurusan yang sekarang menjadi primadona untuk penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya di Kota Serang, Minggu, 30 November 2025.
Ananda mengatakan pentingnya penyesuaian jurusan agar lulusan SMK tidak kalah bersaing.
Ia menggambarkan jurusan perkantoran, yang disebut sebagai salah satu bidang yang mulai kehilangan relevansi karena lulusan SMK harus bersaing dengan alumni perguruan tinggi.
Menurutnya, dunia kerja hari ini menuntut keterampilan teknis yang spesifik dan mengikuti perkembangan teknologi.
Ananda juga menyoroti perlunya pelibatan industri secara lebih konkret. Selama ini, kata dia, banyak industri hanya sebatas memberikan silabus, tetapi tidak terjun langsung dalam proses pembelajaran.
“Guru-guru SMK meminta ada guru harian lepas dari perwakilan industri. Secara praktik, kemampuan siswa akan lebih maksimal ketika ada orang industri yang langsung mengajar,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











