SERANG – Mulai kemarin hingga 26 Desember, sebanyak 1.482 peserta seleksi pegawai non ASN RSUD Kota Serang mulai mengikuti computer assisted test (CAT) di kantor UPT BKN Serang. Ribuan peserta itu akan memperebutkan 130 formasi di rumah sakit yang akan beroperasi tahun depan itu.
Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Ujang Supriadi mengatakan, peserta yang mengikuti tes setiap harinya dibagi menjadi lima shift. “Usai tes, mereka dapat langsung mengetahui hasilnya,” ujar Ujang saat penyeleksian di kantor UPT BKN Serang, Selasa (19/12).
Kata dia, usai hari terakhir seleksi pada 26 Desember nanti, BKN akan memproses hasil keseluruhan peserta dan akan dibuat pemeringkatan berdasarkan jabatan. Pengumuman peserta akan dilakukan pada 29 Desember. Nantinya, masyarakat juga dapat mengakses nilai-nilai para peserta. Hal itu sebagai pembuktian bahwa penerimaan pegawai non ASN dilakukan secara transparan.
Ujang mengatakan, soal untuk ujian CAT dibuat langsung oleh BKN sehingga tidak ada titip-menitip dalam proses penerimaan ini. “Apalagi, nilainya dapat dilihat langsung oleh peserta. Namun untuk pe-ranking-an (pemeringkatan) tentu harus menunggu hari terakhir,” terangnya.
Seleksi CAT ini, tambahnya, terdiri atas 100 butir soal. Komposisinya, 35 butir soal tes wawasan kebangsaan, 35 butir soal tes intelegensi umum, dan 30 butir soal tes karakteristik kepribadian.
Ia mengungkapkan, seleksi ini tetap akan dilakukan pada Sabtu (23/12) dan Minggu (24/12) nanti. Terkecuali untuk Senin (25/12), seleksi diliburkan.
Meskipun didominasi oleh masyarakat Kabupaten dan Kota Serang, tetapi tidak sedikit juga warga dari luar Banten. Berdasarkan data, ada warga Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan, hingga Riau yang mendaftar. Lantaran dilakukan dengan seleksi CAT, pihaknya juga tidak memprioritaskan putra daerah.
Sementara itu, Kepala UPT BKN Serang Juwardi mengungkapkan, soal yang dibuat BKN pusat itu dikawal dan disegel saat dikirim ke Kota Serang. Dikatakan, setiap komputer memiliki jenis soal yang sama, hanya tingkat pendidikan saja yang berbeda. “Hanya saja semua nomornya diacak,” tegasnya.
Kata dia, 45 peserta yang mengikuti CAT setiap shift nya akan diawasi lima orang pengawas dan dua ahli informasi teknologi. Sebelum masuk ke ruang tes, para peserta diperiksa dulu oleh metal detector. Peserta hanya diperbolehkan membawa kartu peserta dan KTP.
“Cincin, jam tangan, dan lainnya harus disimpan. Kami sudah siapkan loker,” ujar Juwardi. Hal itu untuk meminimalkan adanya perjokian. Lantaran saat ini perjokian melalui penggantian fisik peserta tidak memungkinkan lagi, joki menggunakan alat. Untuk itu, alat-alat yang diduga dapat merekam dan memberikan informasi terkait soal tidak dapat dibawa masuk ke dalam ruang tes. Bahkan, kertas coretan yang disediakan panitia juga harus dikembalikan dan tidak dapat dibawa ke luar ruangan. (Rostinah/RBG)










