SERANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang resmi melaporkan penyebaran informasi hoax gempa susulan di Kabupaten Lebak ke Polda Banten, Kamis (25/1). Laporan itu dibuat lantaran informasi hoax yang mengatasnamakan BMKG telah merugikan institusinya. “Kenapa kita laporkan, karena informasi itu telah meresahkan masyarakat dan kita terpaksa memberikan klarifikasi mengenai berita yang tidak benar tersebut,” kata Kepala BMKG Klas I Serang Sugarin melalui sambungan telepon, Jumat (26/1).
Penyebar informasi hoax mencatut nama BMKG dengan menginformasikan gempa susulan 7,5 magnitude pada pukul 22.30-23.59 WIB. “Untuk memberikan efek jera, semoga cepat ditangkap pelaku penyebarnya, agar kejadian serupa tak kembali terjadi,” ujar Sugarin.
Sugarin mengaku telah menyerahkan barang bukti berupa print out selebaran informasi hoax dan rilis resmi dari BMKG kepada polisi sebagai perbandingan. Dia juga sudah memberikan keterangan kepada polisi. “Kemarin dari sore sampai jam 10 malam,” kata Sugarin.
Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Abdul Karim mengakui polisi secara resmi telah menerima laporan BMKG Klas I Serang. Polisi sedang melacak penyebar hoax tersebut. “Sudah kita selidiki,” kata Abdul Karim.
Dikatakan Abdul Karim, pihaknya telah berkoordinasi dengan Cyber Crime Mabes Polri untuk mengungkap penyebar informasi hoax tersebut. “Insya Allah terungkap,” ucap Abdul Karim. (Merwanda/RBG)










