SERANG – Salah satu korban yang meninggal dunia akibat reruntuhan longsor Underpass di Jalan Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten merupakan alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Akuntansi.
Hal itu terungkap, saat Direktur Keuangan PT Garuda Maintanance Facility (GMF) anak perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Insan Nur Cahyono menyebutkan daftar riwayat hidup Diyanti Diyah Ayu Cahyani Putri (24). Bungsu tiga bersaudara ini, juga pernah bekerja di PT Indah Kiat. Kemudian meneruskan kerja di GMF di Divisi Keuangan sebagai Financial Analys. Almarhumah kemudian menjadi karyawan tetap pada 1 Februari 2018. Kurang lebih, Putri bekerja selama enam bulan di perusahaan GMF yang berada di daerah Tangerang.
“Kami berikan penghargaan setinggi-tingginya atas menjalankan tugas di PT GMF. Selamat jalan saudari kami. Semoga mendapatkan ketenangan di sisi Allah SWT,” harapnya, Selasa (6/2).
Perempuan kelahiran, Surabaya, 27 Mei 1993 ini, menurut Sobran Yulindra, Paman almarhumah, semasa hidupnya, Putri sangat ramah dan baik hati. “Keluarga Gatot baik kepada tetangganya. Kami suka komunikasi, Bude Gatot, Bapak Gatot dan putrinya sendiri sangat ramah,” ungkapnya saat ditemui di Masjid Arahmah, Perumahan Kota Serang Baru, Banjaragung, Cipocok, Kota Serang, Selasa (6/2).
Sejak 2011, keluarga Gatot beserta almarhumah memang sudah tinggal di Perumahan Kota Serang Baru, Kelurahan Banjaragung, Cipocok, Kota Serang. Putri, kata Sobran pernah mengenyam pendidikan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa jurusan Akuntansi. “Dulu, almarhumah ingin lanjut ke kedokteran, tapi dia pilih ke Untirta. Orangnya cerdas. Saat tes di perusahaan lamanya juga, dia terpilih dari ratusan orang yang diseleksi,” paparnya.
Begitu mendapat kabar, terkena musibah. Sobran sontak kaget. “Putri kena musibah longsor di Bandara Soekarno Hatta. Kemudian, kondisinya bisa berkomuniaksi dengan tim penyelamatan evakuasi. Saya bisa berkomunikasi Ibu alamrhumah sekitar jam sepuluh malam. Beliau (Almarhumah-red) dalam kondisi berpuasa dan akan berbuka puasa dengan temannya Mutminah.”
Berdasarkan penuturan Sobran, almarhumah sempat berbuka puasa dan meminta teh manis saat terperangkap di bawah reruntuhan puing longsor. Lalu, berhasil diselamatkan kemudian dibawa ke RSUD Tangerang dan dirujuk ke Rumah Sakit Mayapada, Tangerang. “Setelah dipindah ke Mayapada kondisinya semakin menurun. Medis itu dilakukan tindakan di ICU. Di RS Mayapada menghembuskan nafas terakhir jam 06;45 WIB pagi, Selasa (6/2). Kami sangat berduka sekali. Kami sangat terpukul,” tandasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










