SERANG – Ancaman menjelang pilkada dan Pemilu 2019 terus diantisipasi. Saat ini ancaman tidak hanya datang dari darat, tetapi juga yang rawan adalah ujaran kebencian di media sosial.
Untuk mencegah adanya tindak kejahatan dan ancaman pada pesta demokrasi lima tahunan, TNI dan Polri bersinergi untuk mengamankan perhelatan demokrasi lima tahunan tersebut. Bahkan, TNI dan Polri siap mengerahkan 2/3 personel dari kekuatan yang dimiliki. “Hari ini (Kamis 29/3), personel yang kita turunkan dalam latihan pengamanan pilkada dan pesta demokrasi sebanyak 985 gabungan,” ujar Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat simulasi pengamanan pilkada dan Pemilu 2019 di Alun-alun Barat Kota Serang, Kamis (29/3).
Latihan tersebut bukan pertama kali dilakukan oleh TNI dan Polri. Namun, kali ini simulasi yang dilakukan secara lengkap. “Latihan ini kita namakan Satgas Tripatra, hal ini juga dilakukan lantaran tindak lanjut kerja sama TNI dan Polri, di mana TNI akan menurunkan kekuatan 2/3 dari Polri yang digunakan untuk pengamanan pilkada,” katanya.
Satgas Triparta ini dibentuk untuk mengantisipasi ancaman yang tinggi ketika menghadapi perhelatan demokrasi tahun mendatang yang tentunya TNI dan Polri harus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. “Kita akan beri rasa aman kepada masyarakat. Walaupun pada saat pesta demokrasi berjalan dalam situasi hangat, kami akan yakinkan situasi itu akan berjalan dengan aman dan lancar,” ucapnya.
Tentunya semua tahapan pada proses tersebut dipastikan akan ada ancaman tersendiri. Seperti sekarang ini di kegiatan kampanye sudah banyak yang betebaran hal-hal negatif. “Kalau dulu kita hanya mengamankan di darat saja, kali ini media sosial juga menjadi alat untuk kampanye tentunya yang bersifat black campaign dan negative campaign. Ini tentunya juga akan membawa dampak negatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya juga akan menjaga keamanan saat pencoblosan dan perhitungan di tingkat kelurahan, kecamatan, dan di KPU. Sengketa yang akan timbul tentunya ada dan itu akan memiliki dampak yang luar biasa. “Tentu kami akan mengamankan itu dan mengantisipasi itu. Oleh karena itu, dalam setiap tahapan kita harus siap,” ujarnya.
Terkait black campaign jelang pilkada, kata Kapolda, masih tergolong minim. Namun, yang tinggi pada saat Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. “Kita sudah melihat untuk pilpres ini sudah hangat dan di tempat kita sendiri kita sudah melakukan beberapa upaya penegakan hukum untuk mengantisipasi. Masyarakat tentunya memiliki hak untuk melaksanakan pemilihan siapa pun. Yang harus kita jaga, yakni pilkada, pileg, dan pilpres itu bisa berjalan dengan aman dan tertib,” tandasnya.
Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, latihan yang dilakukan adalah kegiatan untuk pengamanan dan antisipasi dalam rangka pesta demokrasi 2019. “Ini sebagai bentuk perencanaan pengamanan pilkada, pileg, dan pilpres untuk mengantisipasi kejadian pada saat pelaksanaan, dalam hal ini tentunya kami membentuk Satgas Tripatra,” katanya.
Satgas Tripatra ini adalah satuan gabungan yang sesuai dengan prosedur dan akan menangani eskalasi hijau, kuning, sampai dengan merah. Di sini pihaknya mempertegas peran dari masing-masing instansi yang akan mem-back up dan membantu pelaksanaan kegiatan. “Sudah barang tentu dalam kegiatan ini kita mengecek personel untuk menghadapi berbagai potensi yang akan terjadi di tengah masyarakat,” katanya. (Adi/RBG)









