slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Palu

Aas Arbi by Aas Arbi
02-10-2018 13:42:42
in Catatan Dahlan Iskan
Palu

disway.id

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

Akhirnya saya dapat sambungan telepon ke Palu. Ke pemilik hotel Roa Roa. Yang hancur akibat gempa. Pak Denny Lim.

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Pukul 11.50 kemarin pak Denny sibuk. Cari alat berat. Tapi masih bisa melayani telepon saya. Ada info baru. Beberapa menit sebelum menerima telepon dari saya itu: ditemukan ada penghuni hotel yang hidup. Tapi masih di bawah reruntuhan hotel. Tahunya dari SMS. Yang dikirim penghuni hotel itu. Mengaku dari kamar 317. Bersama istrinya. Pejabat PLN dari Makassar.

Berarti 2,5 hari orang itu berada di bawah reruntuhan. Entah mengapa baru kirim SMS pukul 10 an pagi hari Senin kemarin. Kepada anaknya. Lalu anaknya info ke Kompas TV. Pingsan? Baru sadar? HP-nya masih belum lowbatt?

Itu tidak penting. Yang penting segeralah bertindak. Tapi alat berat amat sedikit di Palu. Mobilisasinya juga tidak mudah. Banyak jalan hancur akibat gempa.

Hotel Roa Roa tergolong baru. Sekitar tiga tahun. Salah satu yang terbaik di Palu. Bintang tiga. Delapan lantai.

Roa Roa adalah bahasa Kaili. Artinya: teman-teman.

Dari hotel ini terlihat jembatan Palu yang baru. Yang jaraknya hanya sekitar lima kilometer. Jembatan terpanjang di sana. Baru tujuh tahunan umurnya. Jadi icon kota Palu. Banyak yang berfoto dengan background jembatan itu.

”Saya lihat dari jauh jembatan itu hancur,” ujar Adi, fotografer Fajar Makassar. Yang saat saya hubungi lagi di atas reruntuhan hotel Roa Roa. Adi baru tiba di Palu Minggu siang. Naik Hercules tentara.

Sebagai pemilik hotel, fokus Danny mengerahkan alat berat. Ia sendiri sedang di Surabaya saat gempa terjadi. Meski lahir di Palu, Danny sudah tinggal di Surabaya. Sesekali saja ke Palu mengecek bisnisnya. Kemarin ia mendadak ke Palu untuk ikut mengatasi akibat gempa ini.

Saat membangun hotel itu Danny sadar sepenuhnya: ini daerah gempa. Kontraktornya sudah membangun sesuai dengan daerah gempa.

Tapi gempa Jumat petang lalu itu memang luar biasa: 7,7 Scala Richter.
”Masih sekitar 40 orang yang tertimbun di bawah reruntuhan hotel,” katanya.

Kebetulan, sambungnya, lagi banyak tamu. Lagi ada kejuaraan paralayang. Beberapa atlet nasional bermalam di situ. Ada juga atlet dari Korea. Yang akan bertanding keesokan harinya.

Di dekat hotel itu, di water front city, juga lagi ada gladi resik. Untuk acara pembukaan festifal Nomoni. Festival budaya. Untuk ulang tahun kota. Nomoni artinya bunyi. Atau nada. Atau tetabuhan.

Akan ada juga marathon. Dan banyak lagi.

Gempa itu terjadi tepat di senjakala. Bertepatan dengan surupnya matahari senja. Hampir menginjak waktu maghrib.

Banyak warga sudah sadar gempa. Berkat rentetan bencana serupa di Lombok belum lama. Warga desa Marowola misalnya. Warga Perumnas itu segera berlarian ke lapangan terbuka. Mereka berkumpul di situ. Tidak jauh dari jembatan icon. Dengan penuh ketakutan.

Setelah warga berkumpul, tanah di situ ternyata membelah. Lenyap masuk bumi. Di lapangan Perumnas itu salah satu korban terbanyak.
Danny menceritakan semua itu. Dengan sedihnya.

Saya sendiri tidak menyangka. Gempa Palu separah itu. Informasi awal begitu lambat. Tentang keadaan pasca gempa.

Saya sendiri mengalami kesulitan. Untuk cepat menulis. Bahan yang tersedia sangat terbatas. Bagi saya tidak ada artinya. Kalau hanya menulis sama dengan yang sudah ada.

Saya coba hubungi teman-teman wartawan di sana. Di hari pertama. Tidak bisa. Saya coba lagi di hari kedua. Tidak bisa juga. Saya ulangi di hari Senin pagi. Hari ketiga. Juga belum bisa. Semua saluran telepon masih terputus.

Saya hubungi jaringan saya di barongsai. Juga tidak bisa. Saya hubungi seorang doktor universitas di sana. Yang saya ikut mengujinya saat meraih gelar doktor. Sama saja.

Saya coba lewat jaringan keluarga. Adik menantu saya kawin dengan orang Palu. Ia sendiri tidak berhasil menghubungi sang istri. Dan anaknya. Padahal ia lagi kerja di Banjarmasin.

Hatinya terus gundah. Ia putuskan ke Palu. Lewat Makassar. Kini masih dalam perjalanan darat. Bisa 12 jam.

Ketika pertama disebut: tsunami terjadi di Donggala. Saya tidak khawatir. Donggala itu dataran tinggi. Paling hanya bagian-bagian kecil pantai yang terkena.

Tapi begitu disebut Palu saya ingat: wilayah padat penduduknya berupa dataran rendah. Dekat pantai. Terutama di sekitar muara sungai Mutiara.

Tapi saya juga belum terlalu khawatir. Kawasan muara sungai itu jauh dari laut lepas. Pantainya berada di ujung paling jauh sebuah teluk. Teluk Palu. Teluk yang sangat panjang. Bagian padat penduduk itu benar-benar jauh dari laut terbuka. Terlindung gunung Donggala.

Teluk ini begitu panjangnya. Sering jadi petunjuk arah pendaratan pesawat. Landasan bandara Palu memang searah dengan teluk Palu.

Saya tidak menyangka yang meninggal begitu banyaknya: lebih seribu orang. Data Senin pagi mencapai 1.100 orang. Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Mungkinkah itu karena tsunami terjadi di senja hari? Ketika pantai di teluk itu lagi ramai?

Teluk itu memang kian cantik belakangan ini. Dipercantik. Dengan jalan baru di sepanjang pantai. Taman Ria. Water front city.

Kian banyak juga hotel. Di pantai sini. Maupun di seberang sana. Ada Mercure. Ada Swissbel. Diperkirakan juga masih banyak korban di bawah reruntuhannya. Seperti di Roa Roa.

Saya pernah di satu hotel bersama istri. Hotel baru. Yang kamarnya sangat menarik. Menyentuh air laut. Saya ingin tahu nasib hotel itu. Pasca gempa ini.

Kawasan teluk ini kian populer sejak ada jembatan. Di muara sungai. Jembatan terpanjang di Palu. Orang sana menyebutnya Golden Gate-nya Palu. Begitu banyak orang berfoto dengan background jembatan ini.

Saya sedih lihat di media sosial: jembatan ini roboh. Bangkainya masih berada di tempat asalnya. Tapi sudah dalam keadaan membujur seperti mayat.

Lalu saya perhatikan. Titik gempa itu di daratan. Searah dengan bentuk teluk. Berarti tsunami itu datang dari teluk. Bukan dari arah laut lepas.
Sampai tulisan ini saya edit jam 18.00 kemarin belum ada kabar baru. Tentang penghuni 317 itu. Berarti sudah tiga hari tiga malam suami-istri ini berada di bawah reruntuhan.

Dua alat berat lagi bekerja di situ. Tapi terlalu sedikit untuk mengejar waktu.

Korban-korban lainnya berarti juga punya nasib serupa. Puluhan. Ratusan.
Akhirnya saya bisa menghubungi putri kamar 317 itu. Namanya Erika. Alumni elektro Univeritas Hasanuddin.

”Bukan saya menerima SMS bapak saya,” ujar Erika. ”Tapi menerima SMS dari kakak saya,” kata Erika lagi.

Kakaknya itu juga lagi ke Palu. Bersama bapak dan ibunya. Akan menghadiri kawinan sepupunya. Sehari setelah gempa. Rencananya.

Ayah-ibunya di kamar 317. Sang kakak di kamar sebelahnya. Selamat. Berhasil keluar dari reruntuhan. Lalu kirim SMS ke Erika. Adiknya. Yang kini bekerja di PLN itu.

Erika ingin nekat ke Palu. Mencari bapak-ibunya. Tapi semua keluarga melarangnya.

Dan pernikahan itu sendiri diurungkan.

Melihat kacaunya keadaan di Palu, ada baiknya disediakan kapal Pelni yang besar. Di pelabuhan. Kalau masih bisa disandari. Kapal itu bisa jadi tempat pengungsian yang aman. Untuk 3 ribu orang. Perkapal.

Air bisa cukup di kapal itu. Kalau perlu dilayarkan ke Balikpapan. Hanya perlu waktu satu malam.

Saya sedih mendengar penjarahan di mana-mana. Pun rebutan mau naik Hercules. Rebutan ingin selamat. Akibat gempa susulan. Yang terus terjadi.

Juga akibat fenomena baru: rumah berjalan, jalan bergeser, tanah tiba-tiba membelah…

Kita tidak tahu jenis apa tanah di bawah Palu. Yang ketika diguncang gempa di bagian bawahnya, terkibas bagian atasnya. Seperti tikar yang mengambang di atas tanah bergoyang. Yang bisa pindah-pindah posisi.(dahlan iskan)

Tags: Catatan Dahlan IskanDiswaygempa Palu
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

RSUD Cilegon Boleh Utang dengan Beberapa Syarat

Next Post

Ratusan Honorer K-2 Terancam Gagal Jadi ASN

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Next Post
Ratusan Honorer K-2 Terancam Gagal Jadi ASN

Ratusan Honorer K-2 Terancam Gagal Jadi ASN

Lanal Banten Segel Proyek Dermaga VII Pelabuhan Merak

Lanal Banten Segel Proyek Dermaga VII Pelabuhan Merak

e-Paper Radar Banten, Selasa 2 Oktober 2018

e-Paper Radar Banten, Selasa 2 Oktober 2018

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

DPRD Lebak Apresiasi Tim SAR Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Cisimeut

DPRD Lebak Apresiasi Tim SAR Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Cisimeut

Senin, 11 Mei 2026 11:26
Threesome Bersama Istri dan Pria Lain: Kejiwaan Oknum Wasit Liga 2 Indonesia Diperiksa

Threesome Bersama Istri dan Pria Lain: Kejiwaan Oknum Wasit Liga 2 Indonesia Diperiksa

Senin, 11 Mei 2026 10:48
5 Calon Haji Asal Pandeglang Gagal ke Tanah Suci karena Sakit

5 Calon Haji Asal Pandeglang Gagal ke Tanah Suci karena Sakit

Senin, 11 Mei 2026 10:37
Vandalisme di Situ Tigaraksa, Camat: Fasilitas Umum Jangan Dirusak

Vandalisme di Situ Tigaraksa, Camat: Fasilitas Umum Jangan Dirusak

Senin, 11 Mei 2026 10:11
Pengeroyokan Pelajar SMP di Ciruas Berakhir Damai

Pengeroyokan Pelajar SMP di Ciruas Berakhir Damai

Senin, 11 Mei 2026 10:01
Persija vs Persib Rampung, Suporter Konvoi Bawa Sajam, Seorang Orang Dikeroyok

Persija vs Persib Rampung, Suporter Konvoi Bawa Sajam, Seorang Orang Dikeroyok

Senin, 11 Mei 2026 09:32
DPRD Lebak Apresiasi Tim SAR Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Cisimeut

DPRD Lebak Apresiasi Tim SAR Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Cisimeut

Senin, 11 Mei 2026 11:26
Threesome Bersama Istri dan Pria Lain: Kejiwaan Oknum Wasit Liga 2 Indonesia Diperiksa

Threesome Bersama Istri dan Pria Lain: Kejiwaan Oknum Wasit Liga 2 Indonesia Diperiksa

Senin, 11 Mei 2026 10:48
5 Calon Haji Asal Pandeglang Gagal ke Tanah Suci karena Sakit

5 Calon Haji Asal Pandeglang Gagal ke Tanah Suci karena Sakit

Senin, 11 Mei 2026 10:37
Vandalisme di Situ Tigaraksa, Camat: Fasilitas Umum Jangan Dirusak

Vandalisme di Situ Tigaraksa, Camat: Fasilitas Umum Jangan Dirusak

Senin, 11 Mei 2026 10:11
Pengeroyokan Pelajar SMP di Ciruas Berakhir Damai

Pengeroyokan Pelajar SMP di Ciruas Berakhir Damai

Senin, 11 Mei 2026 10:01
Persija vs Persib Rampung, Suporter Konvoi Bawa Sajam, Seorang Orang Dikeroyok

Persija vs Persib Rampung, Suporter Konvoi Bawa Sajam, Seorang Orang Dikeroyok

Senin, 11 Mei 2026 09:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

DPRD Lebak Apresiasi Tim SAR Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Cisimeut

DPRD Lebak Apresiasi Tim SAR Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Cisimeut

by Mastur Huda
Senin, 11 Mei 2026 11:26

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — DPRD Kabupaten Lebak memberikan apresiasi tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang berhasil menemukan korban tenggelam di...

Threesome Bersama Istri dan Pria Lain: Kejiwaan Oknum Wasit Liga 2 Indonesia Diperiksa

Threesome Bersama Istri dan Pria Lain: Kejiwaan Oknum Wasit Liga 2 Indonesia Diperiksa

by Fahmi
Senin, 11 Mei 2026 10:48

Ilustrasi wasit Liga 2 Indonesia memaksa istrinya melakukan threesome. (AI)

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak