JAKARTA – Pendaftaran calon aparatur sipil negara (ASN) baru secara online di website sscn.bkn.go.id ditutup tadi malam (15/10) pukul 23.59 WIB. Sejak awal Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkirakan jumlah pelamar berkisar 5 juta orang. Data BKN sampai kemarin (15/10) sore menyebutkan jumlah pelamar mencapai 4,4 juta orang lebih.
Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, data sampai kemarin pukul 16.00 WIB menyebutkan jumlah akun pelamar calon ASN baru mencapai 4.410.228 orang. Dari jumlah tersebut, pelamar yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran ada 3.470.567 orang. Dengan demikian masih ada sekitar 1 juta pelamar yang belum menyelesaikan proses pendaftaran.
Dia menegaskan, BKN tidak memberikan toleransi kepada pelamar yang sudah membuat akun lamaran, tetapi belum menyelesaikan proses pendaftaran. Dia berharap di sisa waktu sampai tadi malam, seluruh peserta menyelesaikan proses pendaftarannya.
Ridwan lantas menyebutkan instansi pusat yang paling sedikit pelamarnya. Badan Pengawas Tenaga Nuklir menjadi yang paling sedikit dengan jumlah pelamar hanya 686 orang dengan jumlah formasi 25 kursi. Kemudian Kemenkopolhukam ada 703 pelamar (formasi 21 kursi), Setjen Komisi Yudisial ada 744 pelamar (formasi 21 kursi), Setjen MPR ada 750 pelamar (formasi 23 kursi), dan Badan Informasi Geospasial ada 823 pelamar (formasi 50 kursi).
Dia menuturkan setelah selesai proses pendaftaran, maka BKN mempersiapkan infrastruktur komputer untuk seleksi kompetensi dasar (SKD). Kepastian jumlah unit komputer belum ditetapkan hingga kemarin. ’’(Teknis jumlah komputer-red) masih dirapatkan,’’ katanya.
Sejak awal BKN memprediksi bahwa jumlah pelamar calon ASN baru tahun ini berkisar 5 juta orang. Sehingga BKN mempersiapkan infrastruktur komputer untuk SKD berbasis komputer dengan kapasitas 10 juta orang. Unit komputer yang digunakan untuk ujian juga menggunakan infrastruktur untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Sementara itu Kementerian PAN-RB sudah menetapkan bahwa lokasi tes calon ASN berbasis komputer tersebar di 873 titik. Dari jumlah tersebut 237 titik merupakan infrastruktur milik BKN. Sisanya sebanyak 636 titik merupakan fasilitas UNBK. ’’Sistem UNBK akan kita sinkronkan dengan BKN,’’ kata Menteri PAN-RB Syafruddin.
Dia lantas menjelaskan ada 76 kementerian dan lembaga serta 293 instansi daerah menggunakan fasilitas komputer milik BKN. Kemudian ada 233 instansi lainnya menggunakan fasilitas komputer UNBK. Mantan Wakapolri itu menegaskan bahwa panitia seleksi nasional (panselnas) harus berorientasi memudahkan masyarakat dalam mengakses lokasi ujian.
Tahun ini formasi calon ASN baru untuk instansi pusat dan daerah berjumlah 238.015 kursi. Untuk instansi pusat tersedia 51.271 formasi yang tersebar di 76 kementerian dan lembaga. Sementara itu instansi daerah mendapatkan jatah 186.744 formasi yang tersebar di 525 instansi.
Formasi guru menduduki peringkat teratas. Perinciannya adalah guru Kemenag di kabupaten dan kota sebanyak 12 ribu formasi. Kemudian guru kelas dan mata pelajaran pemda ada 88 ribu formasi. Lalu guru agama di pemda ada 8 ribu formasi. Selain itu formasi dosen di Kemenrsitekdikti dan Kemenag ada 14.454 formasi.
BANTEN
Pendaftaran calon ASN di Kabupaten Serang hingga pukul 18.30 WIB kemarin menembus 11.734 pendaftar memperebutkan kuota 422 formasi. Kasubag Data dan Informasi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang De Safari Natadikarya mengatakan, sudah mulai melakukan verifikasi data pendaftar yang masuk. “Sebagian sudah kita verifikasi, nanti sampai tanggal 20 Oktober,” katanya.
Pria yang akrab disapa Deden ini mengatakan, formasi paling banyak diminati analis rencana program 2.096 pendaftar, bidan terampil 1.683, Analis jabatan 1.111, dan guru kelas 1.014 pendaftar. “Pendaftar biasanya memilih kualifikasi jurusan yang paling banyak, seperti ekonomi, administrasi negara,” ujarnya.
Dikatakan Deden, Kabupaten Serang menjadi pemerinrah daerah yang paling banyak pendaftar calon ASN di Provinsi Banten. Sementara, di wilayah Banten dan Jawa Barat, Kabupaten Serang menduduki peringkat ketiga terbanyak setelah Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Serang. “Seleksi tes kita laksanakan mandiri, tidak disatukan dengan kabupaten kota lainnya, karena pendaftarnya juga banyak,” pungkasnya.
Di Kabupaten Pandeglang, Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Pandeglang mencatat, pendaftar calon ASN ada 3.184 orang. Kepala BKD Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengakui banyaknya warga yang mendaftar kebanyakan memilih formasi guru. “Kebanyakan yang mendaftar memilih keguruan. Tetapi masih ada formasi yang belum terpenuhi, misalnya dokter umum, karena sampai saat ini dokter umum untuk Kecamatan Munjul masih kosong dan belum ada yang mendaftar,” katanya di ruang kerjanya.
Kepala Bidang Promosi dan Mutasi BKD Kabupaten Pandeglang Abdul Rohman menambahkan, setelah pendaftaran ditutup langsung dilaksanakan seleksi di gedung Badan Pendidikan Kilat (Badiklat) Provinsi Banten. “’Mudah-mudahan semuanya terfasilitasi tanpa ada kendala apa pun,” ujarnya.
Di Kabupaten Lebak, pelamar calon ASN ada 6.000 orang. Dari formasi yang disediakan, formasi untuk disabilitas kurang diminati, hanya ada satu pendaftar untuk formasi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). “Saya berharap proses seleksi berjalan baik dan kompetitif. Siapapun yang lolos, dia merupakan yang terbaik dan diharapkan dapat mendukung menyukseskan program pembangunan di Lebak,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Data Informasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lebak Fuad Lutfi,
Fuad menjelaskan, pada awal pembukaan pendaftaran CASN pada 26 September sampai 4 Oktober 2018, masyarakat banyak yang mengeluhkan sistem jaringan internet dari Kemenpan RB. Tapi setelah diperpanjang sampai 15 Oktober, jaringan internet sudah mulai membaik dan pendaftar membeludak. (JPG-Rozak-Mastur-Adib F/RBG)









