SERANG – Pemkot Serang sedang menata sarana dan prasarana transportasi. Angkot tua yang dinilai sudah tidak laik, rencananya akan dialihkan masuk ke jalan perkampungan yang ada di Kota Serang.
Penataan itu berkaitan dengan persoalan kemacetan, kelaikan armada hingga trayeknya yang semtawut. Namun, penataan ini akan dilakukan secara bertahap.
Walikota Serang Syafrudin menyatakan, untuk seratus hari kerja masa kepemimpinannya, penataan trasportasi difokuskan untuk mengurai kemacetan. Fokusnya pada penataan atau rekayasa lalu lintas di persimpangan titik kemacetan seperti Terowongan Trondol, Kota Serang.
Sedangkan program jangka panjangnya, Syafrudin menyebut, program peremajaan, penataan ulang trayek menjadi hal yang akan dilakukan. Kata dia, angkot-angkot tua akan dialihkan ke daerah-daerah perkampungan, seperti Kasemen dan Taktakan.
Kemudian, akan dilakukan penambahan trayek baru seperti Pakupatan-Palima dan beberapa perumahan yang padat hunian. “Selama ini meski angkot sudah tua masih masuk dalam kota. Ini nanti akan ada penataan-penataan yang muda-muda,” katanya.
Berdasarkan catatan Dishub Kota Serang, ada 300 angkot yang beroperasi di Kota Serang. Namun, hanya ada sekira 100 angkot yang dinilai laik. “Itu belum angkot yang tidak memperpanjang uji kir,” kata Kepala Dishub Kota Serang Ahmad Mujimi. (Ken Supriyono/Aas/Agus Iryana)










