Pinjam Uang Buat Ongkos Latihan Sepatu Roda di Senayan
Keterbatasan ekonomi tidak jadi kendala dalam meraih prestasi. Itu dibuktikan Zhahwa Harmalia Putri. Remaja 13 tahun anak dari pasangan Kuat Rahayu (40) penjual nasi rames dan Haryanto (47) yang berprofesi sopir itu berhasil meraih empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2018 lalu.
HAIRUL ALWAN – Tangerang Selatan
BEGINI rutinitas Wawa -sapaan akrab Zhahwa Harmalia Putri- setiap pagi. Mulai pukul 04.30 WIB, sudah berlatif fisik. Lari pagi. ”Lari, minimal setengah jam,” katanya kepada Radar Banten, Jumat (18/1).
Kegiatan serupa juga dilakukan Wawa sore harinya. Sepulang sekolah. Wawa juga menjalani latihan rutin sepatu roda empat kali dalam sepekan. ”Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu, Wawa berlatih sama Kak Hengky (Henky Hendrayana Surya, sang pelatih-red),” ungkapnya.
Dia menceritakan, pertama kali mendapat sepatu roda dari anak bos ayahnya, 2016 lalu. Sepatu roda dimainkan di kawasan Citra Raya. ”Di sana, Wawa ketemu teman yang sudah lama main sepatu roda. Lalu, diajak gabung ke komunitas sepatu roda Insting Club,” katanya.
Sejak bergabung, Wawa teratur berlatih setiap Sabtu dan Minggu di depan Universitas Esa Unggul. Ia terus memakai sepatu roda bekas merek Super K yang diberikan anak bosnya itu selama sekira satu tahun. ”Saat masih memakai sepatu itu Wawa pernah menang juara 1 di Depok,” kata anak keempat dari lima bersaudara itu.
Uang hasil kemenangan dari lomba di Depok itu dibelikan sepatu roda. Meski sepatu roda seken, namun terbilang standar. Ia terus berlatih giat dan mengikuti lomba-lomba sepatu roda dan terus mencetak prestasi.
Berbagai prestasi dia torehkan. Antara lain, Juara I Place RX-series Junior Women se-Jabodeta bek, Juara II Kejuaraan di Bekasi. Dia juga mendapat tiga medali emas pada Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Kabupaten Tangerang. ”Terakhir mendapat empat medali emas saat Porprov Banten 2018 lalu,” jelasnya.
Wawa mengaku, semangat berlatih karena didukung orangtuanya. Ia mengaku ingin menyenangkan orangtuanya sebagai balas budi atas support penuh kepadanya. ”Kalau Wawa menang dan mendapatkan hadiah uang, selain untuk beli kebutuhan, sisanya dikasih ke Ibu dan terserah mau dipakai untuk apa. Wawa juga ingin berprestasi hingga tingkat nasional. Wawa ingin bisa meng-haji-kan ibu dan ayah,” pungkasnya.
Ibunda Wawa, Kuat Rahayu mengaku akan terus mensupport anaknya. Meski dari kemampuan ekonomi keluarganya cukup sulit memenuhi kebutuhan anaknya dalam olahraga sepatu roda. ”Wawa kadang latihan ke Senayan. Untuk ongkos Wawa, kadang mesti pinjam uang dulu ke tetangga. Nanti diganti saat ayahnya gajian,” ungkapnya.
Terpisah, pelatih Wawa, Henky Hendrayana Surya mengatakan, Wawa merupakan atlet yang berpotensi untuk meraih prestasi tingkat nasional. Bahkan internasional. Selama melatih Wawa, ia tidak pernah mendengar keluhan dari gadis kelas satu SMP itu. Semangat Wawa yang didukung oleh orangtuanya juga tentu menjadi kekuatan khusus untuknya. Kata Henky, uang pembinaan hasil mendapat empat medali emas pada Porprov Banten juga digunakan untuk membeli perlengkapan sepatu rodanya. (*)










