LEBAK – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengungkapkan, sebagian petani di Lebak lebih memilih menjual gabah ke tengkulak daripada ke Bulog. Harga di tengkulak lebih tinggi dan gabah yang dibeli diangkut langsung dari sawah.
Saat ini harga gabah kering panen (GKP) pembelian pemerintah yang dibayar Bulog sebesar Rp3.700 per kilogram. Sementara di tengkulak lebih dari itu.
“Beberapa waktu lalu Bulog datang ke kita (Distanbun) untuk meminta data pertanian. Hanya yang jadi persoalan gabah di tingkat petani sudah meningkat jauh di atas HPP sebesar Rp3.700 per kilogram. Padahal di lapangan saat ini harga GKP mencapai Rp4.800 sampai dengan Rp5.200 per kilogram. Jadi menguntungkan petani,” jelas Dede, pekan lalu.
Selain harga di tengkulak lebih tinggi, kata Dede, tengkulak langsung menjemput hasil gabah di sawah.
“Kami tidak bisa mencegah penjualan gabah petani ke tengkulak karena lebih menguntungkan petani. Hanya saja jika gabah lebih banyak dijual ke tengkulak tentunya beras yang tersimpan di Bulog hanya sedikit,” ucapnya.
Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog agar petani mau menjual gabahnya ke Bulog. (Nurabidin/Aas)









