PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang menargetkan penyerapan gabah sebanyak 16.000 ton sepanjang 2026.
Namun, realisasi penyerapan di awal tahun ini masih terkendala cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang disertai banjir di sejumlah wilayah sentra padi.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPKP Pandeglang, Sopiyah, mengatakan, target tersebut berdasarkan informasi dari Perum Bulog. Saat ini, panen sudah mulai berlangsung di beberapa kecamatan, terutama di wilayah Pandeglang selatan.
“Untuk tahun 2026, target penyerapan gabah sekitar 16.000 ton. Panen sudah mulai di beberapa wilayah seperti Patia, Picung, dan sebagian Sobang,” kata Sopiyah, Selasa 27 Januari 2026.
Menurut Sopiyah, wilayah sentra padi lainnya seperti Kecamatan Cikeusik diperkirakan akan memasuki puncak panen pada awal Februari 2026. Namun, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam proses penyerapan gabah dari petani.
“Kendalanya faktor cuaca, hujan dan banjir. Gabah dikhawatirkan terendam, akses jalan ke lokasi panen dan pengangkutan juga ada yang tergenang,” ujarnya.
Selain cuaca, keterbatasan sarana pascapanen juga menjadi hambatan. Sopiyah menyebut Bulog belum memiliki fasilitas pengering gabah sehingga masih mengandalkan kemitraan dengan petani dan pihak lain, sementara Bulog hanya menyediakan gudang penyimpanan.
Meski begitu, penyerapan gabah sudah mulai terealisasi. Sopiyah mengungkapkan Bulog telah menyerap sekitar 20 ton gabah dari petani di Kecamatan Patia.
Sementara penyerapan di Kecamatan Picung sudah berjalan, meski data pastinya masih dalam proses pendataan.
“Untuk total realisasi di awal tahun ini kami belum menerima data lengkap. Hampir setiap hari kami masih menunggu laporan dari lapangan,” jelasnya.
Untuk mengejar target, DPKP Pandeglang terus melakukan monitoring lokasi panen dan berkoordinasi intensif dengan Bulog agar penyerapan bisa dilakukan tepat waktu.
“Kami selalu berkoordinasi dengan Bulog terkait lokasi-lokasi yang akan panen, supaya mereka bisa turun langsung ke lapangan,” katanya.
Terkait harga, Sopiyah memastikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani masih stabil. Hingga kini, HPP gabah masih ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram dan belum mengalami perubahan pada 2026.
DPKP Pandeglang juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem, di antaranya mengajukan bantuan benih pengganti serta menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa bantuan beras bagi masyarakat terdampak bencana.
Sopiyah mengakui, dukungan infrastruktur pascapanen seperti gudang modern dan sarana logistik masih sangat dibutuhkan. Pihaknya telah mengusulkan pengadaan gudang modern ke pemerintah pusat dan provinsi.
“Kami berharap usulan tersebut bisa direalisasikan, karena kondisi seperti ini hampir terjadi setiap tahun,” ucapnya.
Editor: Abdul Rozak











