CILEGON – Mayat Muhammad Juhri (25), ditemukan mengambang di tepi dermaga I dan dermaga VI Pelabuhan Merak, Jumat (19/4). Kematian petugas sekuriti atau keamanan Pelabuhan Merak itu masih diselidiki polisi.
Informasi yang diperoleh, mayat Juhri ditemukan oleh petugas tambat kapal sekira pukul 14.00 WIB di Dermaga I Pelabuhan Merak. Temuan itu dilaporkan ke Tim SAR PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak. Jenazah Juhri kemudian dievakuasi oleh tim SAR ASDP bersama Basarnas Pos Merak.
“Mayat berhasil kita angkat sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Kepala Basarnas Pos Merak Sutikno kepada wartawan, kemarin (19/4).
Saat ditemukan, mayat Juhri masih mengenakan pakaian lengkap sekuriti dan sepatu dinas. Petugas juga menemukan luka di bagian kepala. “Di bajunya ada kartu identitas atas nama M Juhri selaku sekuriti di Pelabuhan Merak,” kata Sutikno.
Tubuh korban yang telah kaku itu kemudian dibawa oleh ambulans PT ASDP Indonesia Ferry menuju RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang. “Saat diangkat ke ambulans. Ternyata mayat tersebut banyak yang mengenalinya karena memang petugas sekuriti Pelabuhan Merak,” jelas Sutikno.
Terpisah, Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Salahuddin menjelaskan, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui masih bekerja Kamis (18/4) dini hari. Namun, Kamis (18/4) sekira pukul 08.00 WIB, korban tidak terlihat mengikuti apel pagi.
“Teman-temannya mengira sudah pulang duluan,” kata Salahudin.
Satu hari kemudian atau Jumat (19/4), jasad korban ditemukan mengambang. “Kami belum mengetahui penyebab pastinya karena apa, saat ini masih dalam penyelidikan. Memang ada luka di bagian kepala, tapi kemungkinan karena jatuh dan tidak berenang,” tutup Salahudin. (bam/nda/ira)










