SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim bersama Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir dan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin melakukan pemantauan ke Pasar Induk Rau, Kota Serang, kemarin. Pemantauan itu dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan dan fluktuasi harga bahan pangan di wilayah Provinsi Banten menjelang bulan suci Ramadan.
Usai sidak, WH mengatakan, kondisi ketersediaan bahan pangan relatif aman dan harga yang relatif stabil. “Harga bahan pangan tadi sudah dicek di area dalam dan luar pasar relatif stabil,” ujar WH usai sidak di Pasar Induk Rau, Senin (29/4).
Kata WH, harga sempat fluktuatif karena musim hujan. Bahkan, dari pantauannya ke beberapa pedagang kemarin, harga beras sampai turun Rp1.500 per kilogram. “Jadi saya lihat masih terjaga stabilitas kebutuhan pokok,” tuturnya.
Saat sidak, ia bersama Kapolda, Subadri, aparat TNI, serta sejumlah pejabat lain berkeliling di bagian dalam Pasar Induk Rau dan menanyai hampir setiap pedagang yang dilintasi. Seperti pedagang beras, emas, baju, sarung, minyak, bawang, cabai, telur, daging, buah-buahan, dan lain sebagainya. Kepada para pedagang, WH menanyakan ketersediaan barang, kondisi harga, hingga siklus penjualan menjelang Ramadan.
Sementara itu, untuk harga daging, ia mengaku terpantau stabil pada harga Rp110.000 per kilogram sama seperti sebelumnya. Meskipun terjadi kenaikan harga pada telur curah, tapi hal tersebut disebabkan tingginya permintaan konsumen khususnya menjelang Ramadan.
Namun, mantan walikota Tangerang ini memastikan akan terus memantau pergerakan harga telur agar tidak melambung tinggi. “Di pasar, ketika permintaan tinggi otomatis naik,” tuturnya.
Kata dia, menjelang puasa, harga telur akan dipantau terus agar tidak terlampau melambung. “Tadi cabai stabil, bawang putih sedikit naik. Makanya pemerintah nanti bisa intervensi,” terang WH.
Sebagai tindak lanjut pemantauan harga ini, alumnus Universitas Indonesia ini mengatakan, akan menggelar rapat koordinasi pengendalian harga bahan pokok di gedung Pendopo Gubernur Banten hari ini. Dalam rapat itu juga akan dibahas sejumlah bahan pangan yang mengalami kenaikan agar diketahui penyebabnya dan upaya pengendalian yang dapat dilakukan. “Termasuk kasus bawang putih, nah itu nyangkutnya di mana, besok (hari ini-red) kita bahas di rapat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan sejumlah upaya pengendalian di antaranya operasi pasar, intervensi pasar, dan menelusuri kemungkinan adanya penimbunan, spekulan nakal, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang dapat mengganggu stabilitas harga, termasuk bekerja sama dengan Bulog.
Terkait kondisi Pasar Induk Rau, WH berharap Subadri dapat memanggil pihak swasta yang mengelola Pasar Induk Rau dan memintanya untuk lebih memperhatikan fasilitas dan kenyamanan baik pedagang maupun pengunjung pasar.
Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ke gudang-gudang penyimpanan untuk mengetahui pergerakan bahan-bahan pokok. Namun, saat ini belum ada pergerakan dan secara umum masih relatif stabil.
Kata dia, untuk sementara ini, harga bahan pokok yang naik baru satu item yakni bawang putih. “Sedangkan cabai ini lagi kami diskusikan. Rencananya besok (hari ini-red) kami ada intervensi buat bawang putih bersama Bulog untuk operasi pasar. Mudah-mudahan setelah itu stabil,” ujarnya.
Terkait antisipasi penimbunan, pihaknya sudah bergerak meakukan pengecekan jalur distribusi untuk bawang putih dan bahan pokok lainnya yang terpantau melonjak. (nna/air/ags)










