slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Studi Islam di Banten Masa Kolonial: Antara Ilmu Pengetahuan dan Catatan Spionase

Aas Arbi by Aas Arbi
14-07-2019 07:43:19
in Sosial Budaya
Studi Islam di Banten Masa Kolonial: Antara Ilmu Pengetahuan dan Catatan Spionase

Guru Besar Kajian Islam di Asia Tenggara Prof Nico J.G Captain memaparkan materi pada diskusi “Research on Islam in Indonesia” di Untirta, Selasa (2/7).

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Permulaan studi keislaman di Banten tidak lepas dari praktik kolonialisme. Literaturnya tumbuh dalam bingkai akademik sekaligus catatan spionase yang menjadi rujukan kebijakan pemerintah kolonial.

Baca Juga :

Mengenal Asal Usul Gelar Bangsawan Kesultanan Banten, ‘Tubagus’ Ternyata Punya Makna Ini

Babat Banten Ungkap Kelahiran Peradaban Islam di Tanah Jawara

Komunitas Menapak Banten Gelar Walking Tour Menjelajah Sejarah Banten

Enam Destinasi Sejarah di Kompleks Banten Lama, Kota Kuno Kerajaan Banten

“Penelitian tentang studi Indonesia dan keislaman masih didominasi oleh peneliti-peneliti Belanda,” kata guru besar kajian Islam di Asia Tenggara pada Universitas Leiden, Belanda, Profesor Nico J.G Captain, pada diskusi publik bertajuk ‘Research on Islam in Indonesia’ di Aula Untirta pada Selasa (2/7) lalu.

Pada diskusi yang diinisiasi Perkumpulan Urang Banten (PUB), Prof Nico lantas menyebut beberapa nama peneliti Belanda. Salah satunya, Christiaan Snouck Hurgronje, sosok peneliti yang dinilainya paling berpengaruh pada masanya. “Snouck merupakan tokoh penting yang telah mencatat berbagai peristiwa di Indonesia pada masa kolonial,” kata Prof Nico.

Sosok yang meraih gelar doktor pada usianya baru 23 tahun itu, dinilai Prof Nico penuh inspiratif sekaligus kontroversial. Penelitian yang dilakukan Snouck tentang Islam di Indonesia (dulu Hindia Belanda) juga Aceh, tak hanya sekadar untuk kepentingan akademik. Ia juga melakukan peran ganda sebagai agen rahasia atau spionase Belanda.

Peran itu dilakukan tidak lepas dari tugasnya sebagai penasihat khusus  pemerintah kolonial Belanda untuk wilayah jajahan. Peran tersebut diakui  Snouck dalam surat-suratnya kepada sahabatnya yang dikutip Prof Nico.

Dalam paparan makalahnya, Prof Nico dengan gamblang menulis sepenggal tulisan yang menjadi bukti peran spionase Snouck. “Penelitian Snouck tidak hanya pendekatan wacana pengetahuan an sich, namun lebih praktis sebagai laporan untuk bahan pertimbangan kolonial di bumi jajahan,” kata Prof Nico.

Selama di Indonesia, hampir 1.400 makalah tentang situasi dan posisi Islam di Hindia Belanda serta pada layanan sipil kolonial yang ditulis Snouck. Catatan tersebut di dalamnya terekam pandangan hidup, praktik ibadah, strata sosial hingga lokal kultur masyarakat Banten. Baik yang ada di dalam Banten maupun yang berdiaspora di luar Banten.

Terlebih, pria kelahiran 8 Februari 1857 ini mampu membangun kedekatan khusus dengan para ulama. Sekira tahun 1809, ia hampir 10 hari tinggal di Menes, di Cilegon, dan beberapa daerah lain untuk menulis tentang kehidupan pesantren.

Catatannya kelak dikenal dengan buku berjudul Pesantren Report. Buku itu hasil catatannya yang berkolaborasi dengan tokoh agama dan petinggi agama setempat. Hampir setiap hari tak kurang 10 halaman Snouck menulis pengamatannya.        

Salah satu ulama yang menjadi ulasan khususnya adalah Syekh Nawawi Albantani. Snouck pun melakukan pengawasan sekaligus penelitian khusus tentang sosok asal Kecamatan Tanara, Serang, yang menjadi guru ulama-ulama di Nusantara itu.

Menyamar dengan nama Haji Abdul Ghofur, ia tinggal berseberangan dengan rumah Syekh Nawawi di Suq al-Lail, Syi’ib Ali. Rumah yang sekira, 500 meter dari kompleks Masjidil Haram yang menjadi tempat tinggal sekaligus tempat 200 murid-murid Syekh Nawawi belajar.

Selama mengintai ulama penulis 40 kitab itu pun berhasil membukukan dan menjadi buku paling fenomenal dengan judul ‘Mekka In The Latter Part of The 19th Century: Daily Life, Customs and Learning The Moeslims of the East  Indian Archepelago.’ Tidak hanya mengulas pribadi Syekh Nawawi, pada buku yang diterbitkan Leyden: Late E.J. Brill ini juga mengulas gelombang haji dari Banten dan daerah Hindia Belanda lainnya.

Berangkat dari rangkaian itu, Prof Nico menyebut, permulaan studi Islam di Indonesia tidak terlepas dari praktik kolonialisme. Literaturnya seringkali menjadi acuan dalam studi Islam di tanah air. Padahal, studi itu juga kompilasi dari catatan spionase dan intelijen Belanda mengenai kondisi masyarakat jajahan.

Menurut peneliti senior dari KITLV itu, karya monumental Snouck dan peneliti orientalis lainnya, dianggap berjasa bagi perkembangan studi Islam di Indonesia, juga Banten sebagai salah satu basis ulama dan pesantren di Indonesia.

Selaku penyelenggara, Ketua PUB Taufiequrachman Ruki menyatakan, keberadaan orang Belanda di Banten melalui praktik kolonialisme tidak hanya menjadi masa lalu yang kelam. Pendudukan Belanda di tanah air juga telah mendokumentasikan khazanah pengetahuan, khususnya di bidang kajian Islam.

Kejayaan Banten di masa lalu, menurutnya, bukan semata untuk dikenang. Generasi muda di Banten memiliki beban moral mengembalikan kejayaan Banten dalam konteks kekinian. “Jangan bicara lagi soal kejayaan Banten di masa lalu. Kita harus kembalikan kejayaan Banten tersebut di masa kini,” kata Ruki ( KEN SUPRIYONO)

Tags: berita featureSejarah Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Capek, Punya Suami Doyan Judi dan Banyak Utang

Next Post

100 Pegawai Kemenag Banten Ikut Asesmen

Related Posts

Kesultanan Banten
Khasanah

Mengenal Asal Usul Gelar Bangsawan Kesultanan Banten, ‘Tubagus’ Ternyata Punya Makna Ini

by Moch. Madani Prasetia
Selasa, 14 Oktober 2025 07:09

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gelar kebangsawanan di Nusantara termasuk Kesultanan Banten bukan sekadar simbol status sosial, melainkan juga bagian dari sistem...

Read moreDetails

Babat Banten Ungkap Kelahiran Peradaban Islam di Tanah Jawara

Komunitas Menapak Banten Gelar Walking Tour Menjelajah Sejarah Banten

Enam Destinasi Sejarah di Kompleks Banten Lama, Kota Kuno Kerajaan Banten

Bukan Cuma Pantai, Ini 7 Destinasi Religi dan Sejarah di Banten yang Sarat Makna dan Identitas

Seru Banget, Gubernur Banten Andra Soni Asuh Anak-anak Keliling Gedung Negara

Segarnya Mata Air Sindangmandi, Dekat Makam Keramat Ranggalawe

Kisah Maulana Hasanuddin di Watu Gilang: Bertapa Sampai Batu Terangkat

PWI Banten Dukung Penyebarluasan Informasi Melalui Kerja Sama dengan Korem 064/Maulana Yusuf

Air Sumur Siti Guru di Pandeglang, Konon Mujarab Buat Awet Muda

Next Post
100 Pegawai Kemenag Banten Ikut Asesmen

100 Pegawai Kemenag Banten Ikut Asesmen

Bukan Suami Istri Ada di Kamar Hotel, Ngapain?

Lamis Lambe

Lamis Lambe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Wakil Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang

Wakil Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang

Rabu, 29 April 2026 18:09
Pemkab Serang Target Juara Umum Porprov VII Banten 2026

Pemkab Serang Target Juara Umum Porprov VII Banten 2026

Rabu, 29 April 2026 18:07
Pansus LKPJ DPRD Pandeglang Sampaikan 13 Rekomendasi, Ini Poin-poinnya

Pansus LKPJ DPRD Pandeglang Sampaikan 13 Rekomendasi, Ini Poin-poinnya

Rabu, 29 April 2026 18:06
Seniman Asal Tangerang Juara MR. D.I.Y Art Competition 2025

Seniman Asal Tangerang Juara MR. D.I.Y Art Competition 2025

Rabu, 29 April 2026 18:04
Angin Puting Beliung Terjang Munjul, Tiang Listrik Patah

Angin Puting Beliung Terjang Munjul, Tiang Listrik Patah

Rabu, 29 April 2026 18:03
ASN Kabupaten Pandeglang Ajukan Pindah ke Serang

ASN Kabupaten Pandeglang Ajukan Pindah ke Serang

Rabu, 29 April 2026 18:02
Wakil Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang

Wakil Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang

Rabu, 29 April 2026 18:09
Pemkab Serang Target Juara Umum Porprov VII Banten 2026

Pemkab Serang Target Juara Umum Porprov VII Banten 2026

Rabu, 29 April 2026 18:07
Pansus LKPJ DPRD Pandeglang Sampaikan 13 Rekomendasi, Ini Poin-poinnya

Pansus LKPJ DPRD Pandeglang Sampaikan 13 Rekomendasi, Ini Poin-poinnya

Rabu, 29 April 2026 18:06
Seniman Asal Tangerang Juara MR. D.I.Y Art Competition 2025

Seniman Asal Tangerang Juara MR. D.I.Y Art Competition 2025

Rabu, 29 April 2026 18:04
Angin Puting Beliung Terjang Munjul, Tiang Listrik Patah

Angin Puting Beliung Terjang Munjul, Tiang Listrik Patah

Rabu, 29 April 2026 18:03
ASN Kabupaten Pandeglang Ajukan Pindah ke Serang

ASN Kabupaten Pandeglang Ajukan Pindah ke Serang

Rabu, 29 April 2026 18:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Wakil Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang

Wakil Menteri PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang

by Purnama Irawan
Rabu, 29 April 2026 18:09

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung progres pembangunan Sekolah...

Pemkab Serang Target Juara Umum Porprov VII Banten 2026

Pemkab Serang Target Juara Umum Porprov VII Banten 2026

by Ahmad Rizal Ramdhani
Rabu, 29 April 2026 18:07

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan meraih gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026....

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak