PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat, sejak satu pekan terakhir telah terjadi tujuh kebakaran hutan dan membakar lahan seluas sepuluh hektare.
Peristiwa itu terjadi akibat kemarau, sehingga mengakibatkan lahan mudah terbakar.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Damkar dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang Endan Permana membenarkan, kebakaran lahan yang terjadi di beberapa wilayah saat ini dikarenakan kondisi lahan yang mudah terbakar akibat kemarau.
“Saat ini yang harus diwaspadai adalah kebakaran lahan, karena kondisi lahan sudah sangat kering. Kita lempar puntung rokok saja, bisa terbakar lahan itu,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (15/9).
Endan mengatakan, wilayah yang rawan kebakaran hutan di antaranya Kecamatan Labuan, Angsana, Bojong, Cimanggu, dan Kecamatan Cikeusik. “Sampai saat ini sudah ada tujuh kebakaran hutan dan lahan yang terbakar sudah sepuluh hektare. Kebakaran lahan itu masih besar kemungkinan terjadi lagi, karena memang saat ini hampir sebagian besar hutan di Pandeglang dalam kondisi tandus,” katanya.
Endan mengaku kewalahan mengatasi persoalan kebakaran hutan. Selain karena akses menuju lokasi cukup sulit, keberadaan mobil damkar yang dimiliki instansinya sangat terbatas. “Ada beberapa lokasi yang tidak bisa kita tembus karena memang aksesnya sulit, terutama di wilayah selatan. Karena untuk memadamkan kebakaran lahan kita selalu kerahkan tiga unit mobil damkar yang kita miliki, itupun masih kurang,” katanya.
Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang Fadjri Djafar mengatakan, instansinya akan segera melayangkan surat tanggap darurat kebakaran lahan serta meminta bantuan kepada semua instansi terkait agar bisa membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan. “Kita akan layangkan surat ke Koramil dan Polsek di semua wilayah agar bisa membantu kita. Oleh karena kita tidak bisa mengatasi persoalan itu sendiri,”katanya.
Fadjri berharap, semua pihak khususnya masyarakat bisa ikut membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan, karena bisa menyebabkan bencana besar apabila tidak diatasi. “Kepada masyarakat yang memiliki lahan, sebaiknya jangan membakar sampah di sekitar lahan karena bisa menyebabkan kebakaran hutan. Kasus kebakaran hutan yang selama ini terjadi sebagian besar disebabkan dari pembakaran lahan oleh pemiliknya,” katanya. (dib/zis)









