SERANG – Pengamat ekonomi dari Untirta Boyke Pribadi menilai, rendahnya serapan anggaran Pemprov Banten yang baru 63 persen secara tidak langsung berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi. “Meski tidak signifikan namun hal itu merugikan perekonomian masyarakat,” katanya saat dihubungi Radar Banten, Senin (16/9).
Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh progres pembangunan yang dilakukan pemerintah. Baik langsung atau tidak langsung, progres pembangunan yang dilihat dari serapan anggaran berpengaruh terhadap dinamika perekonomian masyarakat. “Salah salah satu yang bisa meningkatkan dinamika perekonomian adalah government spending atau belanja pemerintah,” kata Boyke.
Sektor yang sangat terpengaruh, kata Boyke, sektor konstruksi dan belanja barang lain. Oleh karena itu, dia menyarankan agar Pemprov lebih cermat dalam menyusun perencanaan pembangunan. “Lebih cermat dalan menyusun perencanaan pembangunan, meskipun bersikap prudent atau hati-hati dalam menetapkan anggaran setiap proyek,” ujarnya.
Diketahui, Perjalanan Tahun Anggaran 2019 sudah memasuki pertengahan September atau bulan kesembilan. Namun, penyerapan anggaran APBD Provinsi Banten tahun ini baru mencapai 63 persen. Waktu penyerapan anggaran tinggal tiga bulan lagi. (nna-ken/ags)










