SERANG – Koalisi masih cair di Pilkada Kabupaten Serang 2020. Belum ada satu pun partai yang sudah mencapai kesepakatan mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati Serang. Masing-masing partai masih menjajaki satu sama lain untuk membangun kesamaan visi dan misi mereka di pilkada.
Meski belum terbangun koalisi, namun kecondongan partai untuk bersatu dalam sebuah koalisi sudah mulai tampak. Hal itu bisa dilihat dari pernyataan kader-kader partai yang mengindikasikan ke arah koalisi.
Di internal PDIP, misalnya, yang menginginkan agar partai berlambang banteng moncong putih ini dapat berkoalisi dengan Partai Golkar. Kecondongan itu diungkap oleh dua kader PDIP Pandji Tirtayasa (saat ini Wakil Bupati Serang) dan Hendri Gunawan. Keduanya mengisyaratkan PDIP berkoalisi dengan Golkar sehingga kader PDIP dapat digandeng oleh oleh Ratu Tatu Chasanah yang petahana dan Ketua DPD Partai Golkar Banten.
Saat dikonfirmasi Hendri Gunawan tidak menampik ingin digandeng Ratu Tatu. “Untuk sementara ini kalau saya lebih ke kuning (Partai Golkar-red) yah, tapi respons atau tidaknya itu gimana Beliau (Tatu-red) dan DPP (DPP PDIP-red),” ungkap Hendri seusai mengambil formulir pendaftaran di DPC PDIP Kabupaten Serang, Senin (16/9) pukul 11.00 WIB.
Hendri mengaku mendapat dorongan dari DPC PDIP untuk maju di Pilkada 2020. “Kalau partai sudah memerintahkan, mau tidak mau saya harus siap,” katanya.
Aktivis buruh ini percaya diri dapat menghimpun suara untuk Pilkada 2020. Menurutnya, PDIP dan serikat buruh dapat menjadi perahu untuk menggalang suara di pilkada. Hendri berharap PDIP dapat merekomendasikan dirinya menjadi calon wakil bupati. “Semua keputusan ada di partai, kalau saya ikut perintah partai saja,” ucapnya.
Berselang satu jam, Pandji Tirtayasa datang ke Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Serang untuk mengembalikan berkas formulir pendaftaran. Di pilkada ini, Pandji juga ingin melanjutkan kepemimpinannya bersama Ratu Tatu Chasanah sebagai bupati dan wakil bupati Serang. “Kalau saya tidak punya kapasitas untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati, seperti yang saya sampaikan, kalau Bu Tatu masih mempercayai saya, otomatis saya harus siap,” katanya.
Meskipun mengklaim sebagai kader PDIP, Pandji memastikan tidak akan maju di pilkada selain bergandengan dengan Tatu. Disinggung jika PDIP tidak mengusung Tatu, Pandji tidak mau berandai-andai. “Saya tidak mau berandai-andai, lihat saja nanti keputusan DPP seperti apa,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Serang David Solehudin mengatakan, meskipun dua kadernya sudah menyatakan sikap ingin digandeng Tatu, partainya belum menyatakan koalisi. “Kalau itu kan secara pribadi, kalau PDIP secara institusi belum menyatakan berkoalisi dengan siapa,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Serang Asmari. Kata dia, proses penjaringan bakal calon dilakukan secara terbuka. “Kita tidak ada tebang pilih apakah itu kader internal atau bukan,” katanya.
Meskipun sejumlah kadernya ingin bergandengan dengan Tatu, Asmari belum memastikan apakah akan mendukung Tatu atau tidak karena belum menentukan arah koalisi. “Nanti semua keputusan dilakukan oleh DPP PDIP, kita hanya melakukan penjaringan saja,” ucapnya. (jek-ken/alt/ags)











