LEBAK – Penutupan sementara obyek wisata negeri di atas awan Gunung Luhur, yang berada di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, ditentang. Sebagian masyarakat berharap obyek wisata tersebut tetap dibuka, karena tingginya keingingan masyarakat untuk berkunjung ke obyek wisata itu.
Yusuf Permana, warga Rangkasbitung mengatakan, penutupan obyek wisata Gunung Luhur pada hari Sabtu dan Minggu, sangat merugikan masyarakat Citorek Kidul. Soalnya, sebagian masyarakat sekitar penghasilannya diperoleh dari berjualan di lokasi wisata itu. Termasuk kekecewaan dari sejumlah wisatawan yang sudah mengagendakan untuk berwisata ke Gunung Luhur.
“Saya yakin dampaknya akan cukup besar bagi ekonomi masyarakat,” kata Yusuf Permana kepada Radar Banten, Kamis (26/9).
Pengusaha travel asal Lebak ini mengaku dirinya sudah memiliki agenda untuk mengantarkan wisatawan ke Gunung Luhur pada awal Oktober 2019. Namun, karena obyek wisata alam tersebut ditutup sementara, maka kemungkinan besar rencana itu akan dibatalkan.
“Saya tentu kecewa dengan penutupan ini. Mestinya ada solusi yang lebih tepat. Misalnya tetap dibuka, tapi jumlah pengunjung dibatasi atau dibuat rest area di bawah dan pengunjung diantar menggunakan kendaraan roda dua ke atas,” ungkapnya.
Dia berharap, Pemprov Banten harus segera menyelesaikan pembangunan jalan beton dari Citorek-Warung Banten dan Pemkab Lebak melengkapi fasilitas pendukung wisata di Gunung Luhur. Jangan sampai, kata dia, proses penataan berjalan lama dan wisatawan dari luar daerah akan mengalihkan tujuan wisatanya ke daerah lain.
Hal serupa disampaikan, pengelola tempat wisata Gunung Luhur Dedi. Dia mengaku hanya bisa pasrah dengan kebijakan pemerintah itu. Berharap, Pemprov Banten cepat menuntaskan pembangunan jalan ke Gunung Luhur dalam waktu satu atau dua bulan. “Masyarakat jelas akan terdampak penutupan sementara obyek wisata ini, karena kami mengandalkan penghasilan dari kunjungan wisatawan. Jika ditutup dalam jangka waktu yang lama, masyarakat di sini bisa beralih lagi menjadi penambang,” katanya.
Menurut Dedi, dari hasil diskusi dengan aparat kepolisian dan TNI, wisatawan yang datang ke Gunung Luhur pada akhir pekan tetap akan diterima. Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Lebak sementara Bangbang menyatakan, keputusan yang diambil Polres Lebak dan Pemkab Lebak telah tepat. Tujuannya untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan. Jika dipaksakan tetap dibuka maka akan menghambat pembangunan jalan provinsi dari Citorek sampai Warung Banten. “Saya kira keputusan tersebut yang terbaik bagi masyarakat. Kita ingin wisatawan enggak kecewa ketika datang ke Gunung Luhur,” katanya. (tur/zis)










