TANGERANG – Pemerintah Desa Merak, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang berkomitmen mengurangi angka pengangguran. Upaya tersebut dilakukan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Penjabat Kepala Desa Merak Eko Sugiatna mengatakan, desa yang memiliki jumlah penduduk sekira tujuh ribu jiwa itu memiliki program pemberdayaan yang sudah berjalan. Mulai dari menjahit dan perbengkelan serta pengelasan. “Allhamdulillah, selain dari desa juga kami mendapatkan bantuan program pembentukan wira usaha baru (WUB) dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (16/10).
Eko menerangkan, kegiatan tersebut berlangsung pekan lalu di aula kantor desa yang diikuti oleh 20 warga baik remaja dan dewasa. Para peserta yang datang dibekali teknik keterampilan menjahit. Tidak cuma materi, tapi juga mendapatkan langsung mesin jahit potong, hingga obras.
Hadirnya bantuan tersebut diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di Desa Merak. Saat ini, kata Eko, ada sekira 40 pengangguran baik lulusan sekolah menengah atas (SMA) sederajat ataupun korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kami berharap, setelah mendapat bantuan mesin jahit, bisa dimanfaatkan betul untuk mendapatkan penghasilan. Orientasinya harus ada yang diubah, mendapatkan penghasilan tidak hanya bekerja di pabrik tetapi juga bisa membuka peluang kerja sendiri. Misalnya menjadi penjahit lalu bisa membuka konveksi,” ungkapnya.
Selain itu, Desa Merak juga termasuk salah satu wilayah agraris karena masih memiliki banyak lahan pertanian bahkan banyak warganya berprofesi sebagai petani. Selain fokus pertanian, desa yang memiliki luas wilayah sekira 276 hektare itu akan fokus merambah pada bidang perekonomian dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Di desa kami ada dua warga yang memiliki pabrik kerupuk terletak di Kampung Merak RT 05 RW 01. Kemungkinan, usaha tersebut akan dirangkul menjadi unit usaha Bumdes,” beber Eko.
Soal infrastruktur fisik, Eko menuturkan tahun ini ada 16 titik yang dikerjakan, 11 titik di antaranya sudah rampung dikerjakan yakni pavingblock, saluran pembuangan air limbah (SPAL), jembatan dan kantor desa. “Semoga semua infrastruktur bisa tuntas tahun ini, dan tahun 2020 bisa fokus pada pembangunan ekonomi,” pungkasnya. (pem/rb/adm)







