PANDEGLANG – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi Suherdiman Januardi mengakui hingga saat ini masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian. Akibat hal itu, kata dia, pengelolaan lahan pertanian masih belum bisa dilakukan secara optimal.
Menurut Budi, instansinya saat ini baru memiliki 174 penyuluh dari kebutuhan ideal sebanyak 339 orang atau baru sekira 51 persen.
“Kita memang masih kekurangan tenaga penyuluh. Akan tetapi, kekurangan itu harus bisa atasi dengan terus berupaya meningkatkan hasil produk pertanian yang ada di Pandeglang,” katanya di acara jambore penyuluh di Leuwi Bumi, Kampung Turalak, Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, Selasa (22/10).
Hadir Bupati Irna Narulita, Asda Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Indah Dinarsiani, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Mohamad Amri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tati Suwagiharti, dan ratusan penyuluh pertanian.
Budi meminta kepada para penyuluh untuk terus berinovasi dan semangat dalam melaksanakan pekerjaan, khususnya mendampingi para petani. “Kita harus berupaya mencintai bidang kerja kita, tanpa kerja sama yang baik tidak mungkin bisa berjalan lancar dalam mengemban amanah sebagai ujung tombak meningkatkan produktivitas pertanian. Penyuluh memiliki peran penting dalam memajukan pertanian di Pandeglang,” katanya.
Bupati Irna Narulita meminta kepada para penyuluh untuk terus berupaya optimal memajukan pertanian. Soalnya, kata dia, Pandeglang memiliki lahan pertanian luas dan belum dikelola dengan baik. “Lahan yang kita miliki harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan pertanian. Lahan kita punya, SDM yaitu penyuluh kita ada, jadi harusnya pertanian di Pandeglang bisa maju. Buat inovasi untuk pengembangan pertanian, penyuluh harus terus dampingi petani agar produktivitas pertanian terus meningkat,” katanya.
Irna memberikan semangat kepada para penyuluh agar terus berupaya dan tidak mudah menyerah apabila mengalami kegagalan dalam mengembangkan pertanian. Kegagalan itu, kata dia, harus dijadikan pengalaman agar ke depan bisa bekerja lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Asah terus kemampuan kita, jangan sampai menyerah, jika gagal coba lagi, saya ingin maju di sektor pertanian karena harga diri kita sebagai daerah yang memiliki lahan pertanian yang luas,” katanya. (dib/zis)










