Transformasi pendidikan Polri menjadi keharusan dalam rangka revolusi SDM yang unggul, kreatif dan inovatif, sebab hal ini merupakan alat dan kekuatan utama Polri. Kampus harus menjadi pusat keunggulan dan pusat kebanggaan (centre of excellence) mempersiapkan SDM yang unggul, baik sebagai alat kekuatan utama maupun human capital hari ini, esok dan di masa mendatang.
Pendidikan menjadi isu kontekstual dalam menghadapi dua tantangan parallel dunia saat ini, globalisasi dengan revolusi industri 4.0 dan pandemik Covid-19, Untuk itu perlu adanya role model atau pilot proyek untuk mewujudkan hal tersebut, Lemdilkat Polri telah mebuat konsep Sekolah Kepolisan Negara (SPN), dari konsep tersebut memliki indicator dan kriteria yang telah ditentukan maka berdasaran hasil survei tim Lemdiklat Polri terpilih 3 SPN yang mejadi role model yaitu SPN Polda Bali, SPN Polda Riau dan SPN Polda Banten.
Saat ditemui Kepala Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Banten Kombes Pol Noffan Widyayoko di Mandalawangi pada Senin (22/11) menyatakan, untuk menjadi Role model atau pilot project transpormasi Polri di era revolusi industri 4.0 menuju masyarakat 5.0 harus memenuhi kriteria standar kampus ideal, keunggulan kampus (achievement) kreativitas dan inovasi, “Penunjukan SPN Polda Banten sebagai role model atau pilot project ini bedasarkan surat telegram Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri nomor: ST/334/X/KEP./2021. Untuk menjadi pilot project SPN harus memenuhi kriteria standar kampus yang ideal yang meliputi standar kampus sehat, kampus aman, kampus sebagai keunggulan, kampus favorit dan prestasi, serta standar kampus dengan kurikulum kekinian. Untuk kampus unggul (achievement) meliputi tenaga pendidik (Gadik), sertifikasi pendidik (Serdik), Institusi kampus, pembinaan personel, operasional pendidikan, pelatihan olahraga, Seni, dan Budaya. Selanjutnya untuk kreativitas dan inovasi meliputi kreativitas, inovasi, pemberdayaan SDM, company profile kampus, dan pembinaan potensi masyarakat yang meliputi ekonomi, pendidikan, pelatihan, sosial budaya dan Agama,” ungkap Noffan.











