TANGERANG SELATAN – Upaya peretasan sistem data di Puspemkot Tangerang Selatan (Tangsel) telah terjadi berulang kali. Tahun ini saja, disebutkan hingga jutaan kali ada upaya hacker atau peretas membobol sistem keamanan data di Puspemkot Tangsel.
“Kalau kita cek, serangan siber terhadap kita itu sangat banyak. Dalam satu bulan ada ratusan ribu serangan siber ke web, data dokumen, dan aplikasi kita. Bahkan pernah mencapai jutaan serangan siber,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan informasi (Diskominfo) Kota Tangsel Fuad usai me-launching TangselKota-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) atau Tim Tanggap Insiden Siber di Gedung Blandongan, Senin (22/11).
Dari jutaan upaya peretasan itu, menurut Fuad, tidak semua berhasil. Kurun waktu 2018-2020, hacker berhasil membobol sistem keamanan data sebanyak lima kali. Termasuk pembobolan jaringan web milik sejumlah dinas dan DPRD Kota Tangsel.
“Rinciannya, di tahun 2018 dua kali (terkena serangan siber-red), tahun 2019 satu kali, dan tahun 2020 dua kali,” terang Fuad.











