Kasus Covid Melandai Hunian Hotel Meningkat
SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim mengisyaratkan bahwa pembatasan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti tidak akan terlalu ketat. Pihaknya tidak akan melakukan penyekatan di ruas jalan perbatasan antar daerah.
Gubernur yang akrab disapa WH ini mengatakan, saat ini masyarakat Banten sudah mulai mengerti dan taat protokol kesehatan (prokes). “Ini terbukti dari penurunan kasus yang sangat signifikan dan kesadaran vaksinasi masyarakat meningkat,” tegas WH pada Selasa (7/12).
Kata dia, angka vaksinasi di Banten juga sudah baik. Bahkan, dalam hal penanganan Covid-19, Banten mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat.
Selain tidak melakukan penyekatan di ruas-ruas jalan perbatasan, mantan Walikota Tangerang dua periode itu juga tidak melarang pihak hotel dan pelaku pariwisata untuk menggelar acara saat Nataru. Hanya saja, ia menegaskan pihak pengelola harus menerapkan prokes yang ketat.
“Tidak ditutup tapi diberikan kesadaran dan tanggung jawab,” tegas WH. Apalagi, saat ini pihak hotel dan pelaku usaha pariwisata mayoritas sudah divaksin.
Meski begitu, alumni UI ini menegaskan para ASN di lingkup Pemprov Banten tidak diperbolehkan mengambil cuti saat Nataru. Para abdi negara itu juga dilarang bepergian ke luar daerah saat Nataru nanti.
Untuk meminimalisir gelombang ketiga penyebaran Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten juga mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh kepala SMA/SMK/SKh di Banten untuk memundurkan jadwal pembagian rapor semester satu. Saat Nataru, sekolah juga harus tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan ketentuan. “Libur Nataru ditiadakan. Para siswa libur semester satu di awal Januari nanti,” ujar Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, vaksinasi dosis pertama di Banten per 6 Desember yakni 69,1 persen atau 6.375.374 orang dari sasaran 9.229.383 orang. Sedangkan untuk dosis kedua yakni 48 persen atau 4.431.448 orang. Sementara dosis ketiga untuk SDM Kesehatan yakni 96,2 persen atau 43.842 orang dari sasaran 45.566 orang.
Kepala Dinkes Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kasus konfirmasi baru setiap harinya melandai. Hingga 6 Desember, jumlah kasus konfirmasi di Banten sebanyak 132.645 orang. “Sebanyak 129.847 orang sembuh, 110 masih dirawat, dan 2.688 meninggal dunia,” ujar Ati.











