RADARBANTEN.CO.ID – Jamaludin, karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) berencana akan melamar kekasihnya setelah pulang dari Papua. Namun, rencana tersebut tidak akan pernah menjadi kenyataan karena Jamaludin menjadi salah satu korban pembunuhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.
Diketahui, ada sembilan orang karyawan PT PTT yang bekerja di sana. Satu orang atas nama Nelson Sarira selamat, sedangkan delapan orang lainnya tewas dibantai. Nelson kemudian dievakuasi Tim Operasi Damai Cartenz.
Delapan orang yang tewas dibunuh KKB, yakni Bona Simanulang, Renal Tentua Tagasye, Bili Galdi Balion, Jamaludin, Sharil Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Bebei Tabuni, dan Ibo.
Nurhidayat, sepupu korban menyatakan, magrib sebelum kejadian tragis itu, korban menghubungi kekasihnya. Dia berencana akan pulang Minggu ini ke kediamannya di Rangkasbitung. Bahkan, korban juga tiap hari menghubungi dan membangunkan kekasihnya tersebut.
“Minggu ini dia (korban) akan pulang ke sini. Bahkan, Jamaludin berencana untuk melamar kekasihnya asal Petir, Kabupaten Serang,” kata Nurhidayat kepada Radar Banten, Minggu (6/3/2022).
Namun, korban tidak akan pernah menunaikan rencananya tersebut karena Jamaludin telah pulang selamanya. “Korban telah tiada dan pulang nama ke sini. Kabar ini tentu menjadi pukulan bagi keluarga dan kekasihnya yang menantikan dilamar korban,” ungkapnya.
Di hadapan, anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iip Miftahul Khoiry, keluarga berharap jenazah korban dipulangkan ke Rangkasbitung. Para pelaku pembantaian dari KKB agar segera ditangkap dan diberikan hukuman seberat-beratnya.
“Semoga kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang kembali. Karenanya, saya harap TNI dan Polri menumpas KKB yang telah mengancam kedaulatan NKRI,” harapnya.
Penulis: Mastur
EDITOR : Merwanda











