RADARBANTEN.CO.ID – Rektor Institut Teknologi Kalimantan ( ITK) Prof Budi Santoso Purwokartiko dalam empat hari ini menjadi bulan-bulanan netizen. Itu karena statusnya di Facebook, 27 April 2022 bernuansa SARA.
Ia menyebut bahwa Mahasiswi Menutup Kepala Ala Manusia Gurun. Akibat pernyataan yang dinilai tidak bermartabat itu, ia terus menuai kecaman hingga saat ini.
Dilihat RADARBANTEN.CO.ID di beranda akun Facebook Budi Santoso Purwokartiko, Minggu, 1 Mei 2022 pukul 09.18, berandanya itu berisi kecaman terhadap status rasis Prof Budi Santoso.
Berikut komentar-komentar mereka
- Endang Arum Sari
Muncul lagi nih nama baru:
Prof. Ir. Budi Santosa Purwokartiko, PhD, rektor ITK lulusan University of Oklahoma USA. S1-nya diselesaikan di ITB. Dosen ITS. Dia memuji-muji mahasiswa yang dianggapnya openmind. Sementara ketika membaca tulisannya itu, dia sendiri nampak tidak openmind, cupet, kurang ilmu, miskin wawasan. Halahh.
CERDIK INDONESIA – Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof Budi Santoso Purwokartiko baru-baru ini memberikan pernyataan kontroversial. Ia menyebut Mahasiswi Menutup Kepala Ala Manusia Gurun….. dst
- Bang Hari
Contoh manusia merasa paling berilmu, tapi tidak percaya akhirat, sehingga tak beradab…
👇👇👇
Rektor ITK Sebut Mahasiswi Menutup Kepala Ala Manusia Gurun, Netizen: Apakah Istri Presiden dan Wapres Juga Manusia Gurun?
Pernyataan yang ditulis sang rektor di akun Facebook miliknya pada Rabu, 27 April 2022 itu diklaim rasis dan melecehkan, termasuk istri presiden, Joko Widodo, Hj. Iriana dan Hj. Wury Estu Handayani, istri dari Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Ibu Negara Indonesia dan Ibu Wakil Negara Indonesia selama ini memang selalu berhijab. Dan netizen bertanya kepada sang rektor tentang apakah menurutnya mereka juga manusia gurun.
- Heru Binawan
Akun Heru Binawan berisi tentang permintaan agar Prof Budi Santoso Purwokartiko diproses hukum.
Berkaitan dengan status Prof Budi Santoso di Facebook, akun ini memberikan pendapat hukum. Setidaknya ada empat pendapat hukum ya ia kemukakan. Yang intinya bahwa status/pernyataan Prof Budi Santoso Purwokartiko merupakan penghinaan dan dapat dijerat dengan Pasal 156 dan/atau Pasal 157 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Sedangkan letak unsur pidanya adalah menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan tulisan di muka umum, yang isinya mengandung pernyataan perasaan kebencian atau penghinaan berdasarkan, golongan, suku, agama dengan maksud supaya isinya diketahui atau lebih diketahui oleh umum…. dan seterusnya.
- Cak Ron
Rektor Rasa Buzzer
yang sedang Naik Daun
Selamat Menjalani Masa Bully Netizen
“Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar2 openmind,” tulis Akun Budi Santoso Purwokartiko.
- Ike Ratnasari
Orang seperti ini yang Radikal sesungguhnya.
Astagfirullah
Hallo LPDP Kementerian Keuangan RI , kenapa pewawancara yang bernama Budi Santosa Purwakartiko itu begitu rasis kepada islam?
SELAIN kecaman di atas masih banyak kecaman lain di beranda Facebook Budi Santoso Purwokartiko. Antara lain dari : Kaltim Post, Sheikha Spaey, Abu Tsurayya Sikumbangy, Alves, Info Kutai Kartanegara, Ua Nanang, Padang Info, Vivi Zazkya, Dede Muha, Info Kubar, Ebie Sheikh dan lainnya.
Berikut ini isi tulisannya:
Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri. Program Dikti yang dibiayai LPDP
ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa.
Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa. Jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa. Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo.
Yang ada adalah mahasiswa dengan IP yang luar biasa tinggi di atas 3.5 bahkan beberapa 3.8 dan 3.9. Bahasa Inggris mereka cas cis cus
dengan nilai IELTS 8 , 8.5 bahkan 9. Duolingo bisa mencapai 140, 145 bahkan ada yang 150 (padahal syarat minimum 100). Luar biasa.
Mereka juga aktif di organisasi kemahasiswaan (profesional), sosial
kemasyarakatan dan asisten lab atau asisten dosen.
Mereka bicara tentang hal-hal yang membumi: apa cita-citanya, minatnya, usaha2 untuk mendukung cita2nya, apa kontribusi untuk masyarakat dan bangsanya, nasionalisme dsb. Tidak bicara soal langit atau kehidupan sesudah mati. Pilihan kata2nya juga jauh dari kata2 langit: insaallah, barakallah, syiar, qadarullah, dsb.
Generasi ini merupakan bonus demografi yang akan mengisi posisi2 di BUMN, lembaga pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta beberapa tahun mendatang. Dan kebetulan dari 16 yang saya harus wawancara, hanya ada 2 cowok dan sisanya cewek. Dari 14, ada 2 tidak hadir.
Jadi 12 mahasiswi yang saya wawancarai, tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun. Otaknya benar2 openmind. Mereka mencari Tuhan ke negara2 maju seperti Korea, Eropa barat dan US, bukan ke negara yang orang2nya pandai bercerita tanpa karya teknologi.
Editor: M Widodo
Sumber: Beranda Laman Facebook Budi Santoso Purwokartiko











