Dalam melaksanakan program perlindungan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten melaksanakan program sosialisasi bina diri bagi para penyandang disabilitas. Hal itu dilakukan agar para penyandang disabilitas terutama anak-anak bisa mandiri.
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina mengatakan, bina diri dilakukan agar anak berkebutuhan khusus bisa mengembangkan diri sendiri menuju mandiri. “Jadi bina diri dilakukan dari hal yang kecil, dari yang awalnya tidak bisa diajarkan terus agar menjadi bisa, seperti memakai kaos kaki dan mengancingkan baju,” ujar Nina.
Sosialisasi bina diri dilakukan kepada keluarga para penyandang disabilitas dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota. Sosialisasi itu juga dapat dilakukan secara berantai, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, tambahnya, DP3AKKB juga berupaya memfasilitasi kebutuhan para penyandang disabilitas. Salah satunya adalah mengajak penyandang disabilitas ke tempat umum, misalnya ke terminal lalu naik bus. “Dari situ kami mendapatkan masukan misalnya naik busnya terlalu tinggi, sehingga harus disiapkan tangga, dan lain sebagaimana,” terangnya.

Tak hanya itu, DP3AKKB juga mempercepat layanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi para penyandang disabilitas di Provinsi Banten. Nina mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk bersama melakukan percepatan pelayanan adminduk bagi penyandang disabilitas untuk membangun masyarakat Banten yang inklusif. “Dengan adanya adminduk, maka penyandang disabilitas dapat tersentuh oleh program-program pemerintah,” ujar Nina.
Ia juga telah menyerahkan data penyandang disabilitas berdasarkan Dapodik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten kepada para Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota di Provinsi Banten untuk ditindaklanjuti sebagai gerakan bersama percepatan layanan adminduk. Dengan adanya data berdasarkan nama dan alamat, pemerintah kabupaten/kota dapat lebih mudah memberikan pelayanan, baik itu secara individu maupun kelompok seperti di sekolah. Dengan begitu, capaian adminduk bagi penyandang disabilitas bisa mencapai 100 persen. (adv)











