CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Pemprov Banten, Baznas, dan perusahaan di kawasan industri Banten memberikan akses kepada Satu Juta angkatan kerja disabilitas di Indonesia melalui penandatanganan komitmen bersama yang digelar di Gedung Serba Guna Pusdiklat PT Krakatau Steel, Rabu 14 Mei 2025.
Data Kemnaker mencatat, dari 5,17 juta penyandang disabilitas di Indonesia, satu juta di antaranya masuk kategori angkatan kerja, namun baru sekitar 928 ribu yang bekerja.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkeadilan.
Ia menyebut bahwa Baznas telah memfasilitasi program magang ke Jepang bagi 3.000 peserta, termasuk 1.000 di antaranya merupakan penyandang disabilitas.
“Harapannya, mereka yang semula mustahiq bisa menjadi muzaki. Ini bentuk nyata upaya kita memutus rantai kemiskinan melalui ketenagakerjaan,” ujar Yassierli.
Menurutnya, peran perusahaan tidak semata-mata mengejar keuntungan. Ada misi kebangsaan yang lebih besar dan perlu ditempatkan di atas kepentingan bisnis.
“Kalau persoalan ketenagakerjaan tidak kita atasi bersama, dampaknya luas dan memengaruhi stabilitas ekonomi. Sebaliknya, jika visi kebangsaan kita tempatkan sebagai fondasi, akan muncul manfaat besar bagi semua,” tegasnya.
Yassierli juga menyebutkan sejumlah program Kemnaker dalam mengurangi pengangguran, di antaranya sistem informasi pasar kerja (labor market information system), dan program pemagangan dalam dan luar negeri yang terintegrasi.
“Pengelolaan ketenagakerjaan ke depan harus inklusif. No one left behind,” pungkas Yassierli.
Editor: Bayu Mulyana











