SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penjabat Gubernur Banten Al Muktbar membuka secara resmi penyelenggaraan Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Provinsi Banten tahun 2022.
Tercatat ada 210 atlet pelajar penyandang disabilitas dari delapan kabupaten/kota se- Banten, yang akan bersaing dalam enam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Keenam cabor itu adalah Atletik, Boccia, Bulutangkis, Catur, Tenis Meja, dan Renang.
“Kita membuka PEPARPEDA VII tingkat Provinsi yang diikuti semua Kabupaten/Kota se- Banten, kita menyelenggarakan pekan olahraga ini sebagai bagian pemerintah hadir untuk membuka jalan prestasi bagi pelajar sampai ke tingkat Provinsi, Nasional bahkan Internasional,” kata Al Muktabar saat membuka PEPARPEDA di Gedung Gelanggang Remaja (GGR) Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, Senin 13 Juni 2022.
Al Muktabar melanjutkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Pemprov Banten dalam mengembangkan potensi para atlet pelajar disabilitas, tentunya dengan mengupayakan pembinaan, baik dari Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Provinsi Banten.
“Para atlet yang bertanding membawa nama baik Kabupaten/Kota masing-masing, dan para pemenang akan membawa nama baik Banten dalam kegiatan tingkat nasional. Selamat bertanding dan junjung tinggi sportifitas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna memberikan ruang kepada atlet pelajar penyandang disabilitas untuk memperlihatkan kemampuannya dalam bidang olahraga.
“Tentu kesempatan ini kita memberikan ruang atlet pelajar disabilitas untuk dapat menunjukkan kemampuannya, dalam bidang olahraga,” katanya.
Ia melanjutkan, setelah diselenggarakannya PEPARPEDA VII ini, diharapkan dapat menghasilkan atlet penyandang disabilitas yang nantinya menjadi kontingen Provinsi Banten pada PEPARPENAS di Sumatera Selatan yang akan datang.
“Tentu secara berjenjang kita harus menyiapkan mereka ke jenjang lebih tinggi, siapa tahu mereka bisa berkiprah di level internasional,” tuturnya.
Dari enam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, lanjut Syaukani, semua vanue yang akan digunakan selama pertandingan telah ramah bagi penyandang disabilitas.
“Termasuk disiapkan sarana dan alat untuk semua atlet pelajar yang bertanding,” bebernya.
Reporter : Deni Saprowi











