RADARBANTEN.CO.ID – Pasca naiknya BBM bersubsidi pada Minggu kemarin rupanya juga sangat berimbas terhadap masyarakat nelayan. Apalagi pada musim timur seperti ini, para nelayan sulit untuk menangkap ikan.
Kepada RADARBANTEN.CO.ID, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tangerang H.Abudin mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi termasuk jenis solar sangat memengaruhi pengeluaran dan pendapatan terhadap nelayan di Kabupaten Tangerang. Pasalnya naiknya BBM tersebut lumayan juga, karena harga baru Pertalite menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter, solar subsidi menjadi Rp 6.800 per liter dari sebelumnya Rp 5.150 per liter, dan harga baru Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter dari sebelumnya Rp 12.500 per liter
“Kalau untuk nelayan saat ini seperti pepaya, sudah jatuh tertimpa tangga, karena pertama dari segi musim saat ini tengah musim timur, yang kita ketahui bahwa musim timur sangat susah mencari ikan, ditambah dengan naiknya harga solar,”ujarnya, Rabu , 7 September 2022.
Menurutnya, pemerintah pusat harus mengkaji ulang terhadap naiknya harga BBM ini, apalagi naik dirasakan sebegitu lompatnya.
“Namun untuk distribusi BBM Solar kepada nelayan di PPI Kronjo ini cukup lancar,”pungkasnya.
Sementara, Pelapak Ikan di pangkalan pendaratan ikan (PPI) Kronjo Didi (36) mengaku saat ini jumlah tangkapan nelayan di PPI Kronjo menurun usai naiknya harga BBM bersubsidi.” Karena yang biasanya nelayan mencari ikan dalam satu hari satu malam, bisa membawa lima box kotak ikan, namun sekarang paling nelayan hanya bisa membawa hasil melautnya hanya satu box kotak ikan saja,”singkatnya
Reporter: Mulyadi
Editor : Merwanda











