SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan, ditambah cuaca ekstrem sepekan ke depan, membuat nelayan tak bisa melaut.
Sudah hampir sebulan para nelayan di Kecamatan Puloampel, Bojonegara, dan Kecamatan Tirtayasa mengeluh hasil tangkapan ikan menurun parah.
Di pangkalan nelayan Pulokali, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, kapal-kapal bersandar, tak ada aktivitas nelayan.
Sub Koordinator Pemberdayaan Nelayan Kecil pada DKPP Kabupaten Serang Frans Santoso mengatakan, kondisi terbaru nelayan di Kabupaten Serang cukup memprihatinkan.
“Sebulan enggak bisa melaut, untuk membeli minyak atau BBM saja enggak bisa,” kata Frans kepada Radar Banten, Senin (10/10).
Diungkapkan Frans, ada beberapa nelayan memaksakan pergi melaut namun hasil yang didapat tidak menutupi biaya perbekalannya atau ongkos BBM.
“Memang kondisinya sedang sulit, kami berupaya terus berkoordinasi dengan nelayan,” paparnya.
Reporter: Daru Pamungkas
Editor: Mastur











