LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Erah, warga Desa Malingping Selatan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak jadi korban penculikan.
Bahkan perhiasan emas milik perempuan yang sehari-hari jualan lemeung (lemang) di Pasar Malingping ini dilucuti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penculikan itu terjadi pada Jumat (21/10) sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu perempuan yang familiar disapa Mak Erah sedang berjualan di Pasar Malingping. Namun ada seorang pembeli yang ingin memborong dan meminta Mak Erah untuk mengantarkan lemeungnya ke dalam mobil sang pembeli.
Mak Erah yang tidak menaruh curiga terhadap pembeli itu, menuruti dan membantu membawa jualannya ke mobil pembeli. Setelah itu Mak Erah tidak kunjung kembali lagi ke lapaknya. Ia seperti hilang ditelan bumi, tampa kabar apapun.
“Awalnya Ibu Erah itu nganter barang jualannya, tapi setelah nganter kok gak pulang-pulang. Sampe malam ia gak pulang. Ditanya ke orang rumahnya juga gak ada katanya,” kata Nina warga Malingping, Sabtu 22 Oktober 2022.
Kata Nina, Mak Erah barulah pulang ke rumah pada pukul 19.00 WIB dalam kondisi linglung. Bahkan semua perhiasan yang dipakai hilang. Ia diduga sudah diculik dan dihipnotis oleh pembelinya.
“Memang kalau jualan suka pakai emas, dan mungkin itu yang jadi incaran pelaku,” ucapnya.
Terpisah, AIPTU Samsu Kanit Reskrim Malingping membenarkan adanya penculikan dan hipnotis yang menimpa Mak Erah, penjual lemeung di Pasar Malingping.
“Korban dibawa dari Malingping dengan rayuan untuk bagi – bagi sedekah buat anak yatim ke Batu Bantar, Pandeglang. Sesampainya di Batubantar, emasnya diambil dan korban dikasih uang Rp 200 ribu dan uang Korea. Lalu korban ditinggal kabur di Batubantar Pandeglang hingga korban pulang lagi,” kata AIPTU Samsu saat dihubungi.
Katanya, korban masih dalam kondisi lingkung sehingga belum dapat diminta keterangan. Namun, pihaknya sudah melakulan jemput bola dan mencari keterangan lain di lokasi kejadian.
“Betul korban pulang sendiri naik PS karena ditinggal pelaku dan sampai sekarang korban belum ke Polsek Malingping. Tapi anggota yang datang ke rumah korban. Kita belum tahu berapa jumlah emas yang diambil pelaku dari korban, karena kondisi korban masih trauma,” ucapnya.
Guna mencegah hal serupa terjadi kembali, AIPTU Samsu mengimbau kepada para ibu rumah tangga untuk tidak memakai perhiasan berlebihan jika tengah beraktivitas di luar rumah. Karena, perhiasan berlebihan akan mengundang kejahatan.
“Ibu-ibu kalau yang jualan maupun yang mau beli kebutuhan di Pasar Malingping agar tidak memakai perhiasan emas yag berlebihan. Emasnya disimpan di rumah saja dan memakai emas yang sepantasnya saja agar tidak mengundang para pelaku kriminal. Adapun kalau bertemu dengan orang yang baru kenal jangan langsung percaya. Intinya harus tetap hati-hati dan waspada dimulai pada diri sendiri,” imbaunya.
Reporter: Yusuf Permana










