SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 429 Kepala Keluarga di Kecamatan Serang dan Taktakan terdampak banjir yang melanda, Kamis 17 November 2022 pagi.
Data tersebut berdasarkan update Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Kamis 17 November 2022 pada Pukul 11.25 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan menyampaikan, berdasarkan data dihimpun dari lapangan bencan banjir terjadi di dua Kecamatan. Yaitu, Kecamatan Serang dan Taktakan.
“Terdampak bencana 430 KK. Terdampak Banjir 429 KK. 1 KK Rumah Roboh,” ujar Diat kepada Radar Banten.
Di Kecamatan Serang, banjir terjadi di tiga lokasi. Yaitu, Komplek Taman Widya Asri Tahap I Keluraha Lontar Baru, dengan ketinggian air 60 centi meter hanf disebabkan hujan deras dan meluapnya kali Talang.
Luapan kali dikarekan, adanya penyempitan drainase dan sedimentasi, sehingga air meluap ke permukiman warga. Akibatnya, ada 50 KK terdampak dan rumah tergenang, seperti terjadi di Blok. V1, V2, V4. RT/RW 001/021.
Kemudian, untuk Komplek Taman Widya Asri Tahap II Kelurahan Serang, disebabkan oleh lupan kali Talang ketinggian air kurang lebih mencapai 70-75 centi meter. Beberapa rumah di Jalan H. Dasma Blok. D1 No.1-9, Blok A3 No. 07-12 RT/RW 003/025 tergenang, dan
Selanjutnya, di Jambatan Singandaru, Jalan Empat Lima, Cikulur Kelurahan Serang, Kecamatan Serang terjadi kerusakan jalan akibat luapan air Kali yang melintas di daerah tersebut.
Kemudian, untuk di Kecamatan Taktakan, terdapat dua titik banjir. Yaitu, Perumahan Taman Widya Asri Tahap III Kelurahan Panggung Jati, dengan ketinggian air setinggi 70-75 centi meter, disebabkan oleh luapan kali Talang dan sidimentasi sampah. Beberapa rumah tergenang yaitu, di Blok. PW7 RT/RW 001/025 dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 300 KK.
Titik kedua di Komplek Ranau Estate Kelurahan Panggung Jati, dengan ketinggian satu 1,5 meter pada saluran air, disebabkan jambatan terlalu rendah dan mengakibatkan sumbatan aliran air.
Kondisi ini mengakibatkan, beberapa rumah tergenang di Blok. M, L dan G RT/RW 004/012. Adapun jumlah jiwa terdampak 85 Jiwa, 25 KK.
Diat menjelaskan, yang dilakukan pihaknya, yaitu monitoring kelapangan, membantu, mengevakuasi warga, menurunkan perahu dan personil dam memberikan bantuan air bersih. (*)
Reporter: Fauzan Dardiri











