SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah Kota Serang, ibu kota Provinsi Banten. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan titik-titik rawan banjir.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) serta sejumlah pihak terkait. Rapat identifikasi dan penanganan banjir di Provinsi Banten tersebut digelar di Ruang Rapat Ciujung, kantor BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, beberapa waktu lalu.
Dalam rapat tersebut, disepakati pembagian tugas penanganan banjir dengan fokus pada dua titik krusial, yakni kawasan Kroya Lama dan Sungai Ciwaka, yang selama ini menjadi langganan banjir.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan pembagian kewenangan dilakukan agar proses penanganan banjir dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terukur di lapangan.
“Hasil diskusi lintas instansi disepakati bahwa penanganan banjir di kawasan Kroya Lama akan diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Banten, sementara BBWSC3 akan memfokuskan sumber daya dan kewenangannya untuk normalisasi Sungai Ciwaka,” ujar Budi, Minggu, 18 Januari 2026.
Menurut Budi, skema kerja kolaboratif ini dinilai sebagai langkah paling realistis mengingat keterbatasan sumber daya apabila penanganan hanya dilakukan oleh satu instansi.
Ia juga memastikan Pemkot Serang akan segera melakukan persiapan teknis di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten agar alat berat dapat segera diterjunkan ke kawasan Kroya Lama.
Melalui langkah kolaboratif tersebut, Pemkot Serang berharap risiko banjir dan genangan yang selama ini menjadi persoalan rutin bagi warga Kota Serang, terutama saat curah hujan tinggi, dapat diminimalkan secara signifikan.
Editor: Mastur Huda











