RADARBANTEN.CO.ID – Pada periode 1 Januari sampai dengan 29 Desember 2022, di wilayah Banten dan sekitarnya telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 1.519 kali.
Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 aktivitas kegempaannya meningkat 41 persen frekuensi kejadiannya, pada periode tersebut terjadi 1.077 gempa bumi.
Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang Suwardi mengatakan, kekuatan gempa bumi yang terjadi bervariasi dari M1,2 hingga M6,6. Sebaran pusat gempabumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat.
“Gempa bumi berdasarkan kedalamannya, tercatat 91 persen atau 1.384 kejadian gempabumi terjadi pada kedalaman dangkal (h<60 km) dan 8.8 persen (134 kejadian) gempabumi terjadi di kedalaman menengah (60≤h<300 km) serta 0.2 persen (1 kejadian) gempabumi di kedalaman dalam (h>300 km),”ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 02 Januari 2023.
Menurutnya, gempa bumi dengan kekuatan kurang dari tiga dominan terjadi yaitu sekira 54 persen sebanyak 822 kejadian, diikuti gempabumi dengan kekuatan 3 ≤ M < 5 sebesar 44 persen sebanyak 675 kejadian, serta gempabumi dengan M ≥ 5 sebesar 2 persen sebanyak 22 kejadian.











