SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus campak di Kabupaten Serang sedang tinggi. Sejak Januari 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat ada 289 warga yang menderita campak.
Campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh. Infeksi campak berawal dari saluran pernapasan yang kemudian menular melalui percikan air liur.
Penyakit campak dapat menyerang siapapun dengan usia berapapun, termasuk bayi dan anak-anak. Gejalanya mulai dari demam disertai gejala flu, mata merah, nafsu makan turun, lemas, pusing, nyeri otot, dan yang lainnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi mengatakan, penyakit campak di Kabupaten Serang memang sedang tinggi. “Kasusnya mengalami peningkatan, beberapa kasus kerap terjadi di wilayah Kabupaten Serang,” ungkapnya, Senin 13 Februari 2023.
Berdasarkan data yang ia miliki, per Januari 2023 hingga awal Februari 2023, sudah ada 289 anak yang menderita campak di wilayah Kabupaten Serang. Paling banyak di Kecamatan Pabuaran 48 kasus dan Kecamatan Kramatwatu 42 kasus. “Trennya memang sedang mengalami kenaikan,” ujar Agus.
Menurutnya, tingginya kasus campak di Kabupaten Serang lantaran berbagai faktor. Salah satunya karena masih banyaknya anak yang belum dilakukan vaksinasi pada periode 2021-2022.
“Campak itu kan penyakit yang dampaknya bisa dicegah melalui vaksinasi, makanya kami lakukan bulan imunisasi anak nasional atau BIAN itu salah satunya untuk mengantisipasi campak,” ujarnya.
Pihaknya mengaku terus melakukan penanganan pada anak yang menderita campak melalui pelayanan di puskesmas. “Kami juga akan terus melakukan vaksinasi di puskesmas,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHBS). “Kami juga mengimbau masyarakat yang menderita campak setelah ada gejala langsung melakukan pengobatan di puskesmas,” ujarnya.
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Abdul Rozak











