Peralihan cuaca (Pancaroba) yang masih berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia mengancam kondisi kesehatan masyarakat.
Ada empat jenis penyakit yang kerap terjadi dan patut diwaspadai selama musim tersebut berlangsung. Antara lain, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya, dan zika.
ISPA
Umumnya disebabkan virus dan kerap menyerang balita. Namun, penyakit ini juga menyerang orang dewasa.
Penyakit menular akibat percikan air liur dari batuk atau bersin ini meliputi batuk, pilek, influenza, dan bronkitis. Gejalanya adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, badan lelah, demam, pusing, hingga sesak napas.
Sebenarnya, ISPA bisa sembuh sendiri. Namun, untuk beberapa kondisi, ISPA juga berisiko menimbulkan komplikasi seperti pneumonia.
Jika dibandingkan dengan orang dewasa, ISPA lebih rentan dialami oleh balita, karena sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna. Lansia dan orang dengan gangguan imun juga berisiko tinggi mengalami infeksi ini.
DBD
Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina ini berperan sebagai sebagai pembawa virus primer (utama) dan Aedes Albopictus sebagai pembawa virus sekunder.
Jenis nyamuk tersebut memiliki sifat antropofilik. Artinya, mereka lebih memilih untuk mengisap darah manusia.
Nyamuk DBD juga bersifat multiple feeding. Dengan kata lain, untuk memenuhi kebutuhan darah sampai kenyang, nyamuk ini perlu mengisap darah beberapa kali.
Sifat multiple feeding inilah yang dapat meningkatkan risiko penularan DBD di wilayah perumahan berpenduduk lebih padat. Sebab, satu nyamuk yang membawa virus dalam satu jangka waktu menggigit, akan mampu menularkan virus tersebut kepada lebih dari satu orang.
Gejala DBD yang kerap muncul adalah demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, ruam kulit, serta mimisan. Namun, yang perlu diwaspadai adalah komplikasi dari DBD, yaitu perdarahan berat, syok, hingga kematian.
Untuk mengurangi risiko tertular DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan. Cegah perkembangan populasi nyamuk ini.
Chikungunya
Sekilas gejala penyakit tersebut hampir serupa dengan demam berdarah. Beberapa gejala adalah demam, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, mual, ruam kulit, dan kelelahan.
Pada kelompok tertentu, seperti bayi baru lahir dan lansia yang memiliki kondisi medis bawaan, cenderung lebih berisiko mengalami perburukan gejala dan komplikasi chikungunya. Beberapa komplikasi tersebut meliputi miokarditis, hepatitis, penyakit ginjal akut, atau gangguan saraf.
Meski jarang mengakibatkan kematian, gejala yang parah bisa menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan. Untuk mengurangi risiko terkena chikungunya, langkah yang sama dalam upaya mencegah DBD.
Zika
Virus Zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk. Akan tetapi, virus ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya dan bisa menyebabkan bayi menderita mikrosefali.
Saat menderita penyakit musim pancaroba ini, penderita akan akan mengalami demam, sakit kepala, ruam kulit, gatal di seluruh tubuh, mata merah, serta nyeri otot dan sendi. Gejala ini biasanya terjadi selama 2–7 hari dan akan hilang dengan sendirinya.
Selama terinfeksi, Anda disarankan untuk memperbanyak istirahat dan mengonsumsi cairan.
Untuk menghindari empat jenis penyakit pancaroba ini, ada tipnya. Antara lain, mengonsumsi vitamin C dan makanan sehat dengan gizi seimbang, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan setelah makan, menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi dua kali sehari, dan beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.











