PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Pandeglang mengajak masyarakat untuk tidak melakukan kriminalisasi terhadap kehadiran investor yang akan membangun Kabupaten Pandeglang.
Menurut Ketua Kadin Pandeglang Endi Fahrudin bentuk kriminalisasi terhadap investor sempat dialami oleh PT Mayora saat akan berinvestasi di Kabupaten Pandeglang.
Adapun PT Mayora sudah berinvestasi besar dengan melakukan pembebasan lahan serta sudah mendirikan bangunan pabrik yang akan menyerap banyak tenaga kerja warga Kabupaten Pandeglang. Namun karena upaya kriminalisasi atau penolakan dari masyarakat sehingga batal dan pindah berinvestasi ke daerah lain.
Menurut Ketua Kadin Endi Fahrudin, adanya gerakan kriminalisasi terhadap investor ataupun sebuah korporasi itu akan merugikan Kabupaten Pandeglang.
“Akan membuat investor enggan berinvestasi. Mereka masih menyimpan rasa khawatir akan bernasib sama seperti halnya Mayora,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 11 Maret 2023 siang.
Endi menegaskan, bahwa kejadian Mayora hingga sekarang masih menjadi mimpi buruk bagi investasi di Kabupaten Pandeglang. Iklim investasi di Kabupaten Pandeglang belum dapat memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi investor.
“Saya kemarin bersilaturahmi dengan investor yang akan masuk ke Kabupaten Pandeglang. Pertanyaan mereka semuanya sama, kita ini akan diberlakukan seperti Mayora atau tidak,” katanya.
Endi menilai, kesadaran masyarakat akan menangkap peluang investasi masih lemah. Selain SDM masih banyak menjadi titik lemah.
“Tapi ini jelas tidak untuk menyulutkan keinginan kita untuk selalu tetap optimis selalu tetap semangat untuk selalu mendorong menumbuhkan, memajukan perekonomian yang lebih sehat, lebih tercipta untuk kesejahteraan masyarakat Pandeglang. Berbicara peluang, ini sangat besar kita miliki usaha dan investasi di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Pandeglang memiliki jarak tempuh yang pendek dari kota besar dari Ibu Kota kemudian dari titik-titik, strategis perekonomian. Katakanlah bandara kemudian, kedua pelabuhan, jarak tempuh yang pendek ini kemudian menjadi peluang bagi kabupaten Pandeglang untuk menciptakan dunia usaha lebih maju juga mendorong investasi yang lebih masif.
“Hari ini di Kabupaten Tangerang bahwa ongkos kerja cukup mahal kemudian alat produksi yang cukup mahal jelas harga kita dengan di Tangerang sangat jauh berbeda. Nah ini, menjadi peluang bagi kita untuk bagaimana mendatangkan investasi ke Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kemudian pembangunan Jalan Tol Serang – Panimbang juga menjadi peluang untuk mendatangkan investasi. Pada saat ini harga tanah murah, tenaga kerja yang relatif masih terjangkau, kemudian investasi pariwisata juga punya.
“Nah ini, menjadi peluang kita di Kabupaten Pandeglang mendorong investasi yang lebih masif. Nah ada peluang ini juga, artinya tidak akan tercipta tidak akan terbangun, kalau tidak kita gosok gitu,” katanya.
Artinya jangan hanya berpangku tangan melihat peluang itu. Kalau misalkan hanya berpangku tangan pada peluang, peluang tidak akan datang dengan sendirinya.
“Kecuali kalau memang kita menciptakan peluang itu sendiri. Sampai hari ini saya terus koordinasi dengan beberapa dinas dan plot daerah atau zona industri itu ada di Pintu Tol Bojong,” katanya.
Zona industri itu meliputi di lima kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Meliputi Kecamatan Bojong, Cikeusik, Pagelaran, Cibitung, dan Kecamatan Sukaresmi. Kelima kecamatan tersebut menjadi kawasan industri di Pandeglang.
“Nah lagi-lagi sayangnya ternyata kita tidak cukup punya data memberikan jaminan, keamanan dan kenyamanan, bagi para investor. Semisalnya di Cileles, Kabupaten Lebak, bahwa di sekitaran exit Tol Cileles, hampir semua tanah kosong itu sudah laku terjual dan keperuntukannya untuk investasi menengah dan besar,” katanya.
Sementara di exit Tol Bojong, dan lima kecamatan yang memang dikhususkan menjadi kawasan industri sampai sekarang pun perizinan, kemudian yang lain – lainnya belum selesai. Padahal yang dibutuhkan investor itu jaminan keamanan dan kenyamanan berinvestasi.
“Kalau begini, gimana kita mau menjual daerah untuk investasi menengah besar gitu di kawasan industri sementara keamanan dan kenyamanannya aja kita tidak mampu memberikan jaminan itu kepada para investor. Nah lagi-lagi jelas ini menjadi tugas bersama untuk bagaimana mengundang investasi dan juga meyakinkan ayok datang ke Pandeglang kami berikan kenyamanan untuk berinvestasi,” katanya.
Endi menegaskan, bahwa peluang ini tidak akan datang kalau hanya dilihat sebagai peluang tanpa berbuat sesuatu. Jadi harus bangun dan menangkap peluang itu.
“Ini menjadi tugas bersama mendorong itu menjadikan peluang itu menjadi kekuatan besar untuk merubah Kesejahteraan ekonomi masyarakat Pandeglang. Mari kita secara bersama menangkap peluang investasi di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Anggota Komis I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Rizki Natakusumah berharap, kepada generasi muda bisa mengisi perekonomian untuk kemajuan Pandeglang.
“Lalu siapa bisa mengisi perekonomian tersebut ya pelaku usaha yaitu Kadin, HIPMI, pengusaha. Pemerintah hanya bisa buat jalur, regulasi, dan hanya bisa membantu masyarakat, untuk bisa dientaskan dari status kemiskinan,” katanya.
Akan tetap strategi terbaik untuk keluar dari kemiskinan yaitu menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi menciptakan lapangan pekerjaan seluas – luasnya.
“Lalu Siapa yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan, lagi – lagi dunia usaha kita di Kabupaten Pandeglang. Tantangan ke depan berat, tantangan ke depan kita cukup rumit, tapi kalau kita bersama ada kesinambungan antara pemerintah dan swasta pemerintah dengan akademisi swasta dengan akademisi itu akan membuahkan hasil baik untuk masyarakat Pandeglang,” katanya.
Rizki mengungkapkan, Pemkab Pandeglang sekarang sudah menetapkan sebagian wilayah sebagai zona industri. Adanya zona industri ini menjadikan pembangunan di Pandeglang tidak berpatok pada sektor pertanian.
“Kita bayangkan yang tadinya pembangunan Kabupaten Pandeglang hanya berpatok kepada pembangunan di bidang pertanian ke depan kita butuh satu ruang investasi di sektor pabrik. Apakah itu ujug – ujug akan tercipta, itu ujug – ujug investor akan masuk kan enggak, masyarakatnya juga harus bisa bangun jangan sampai ada sentimen sentimen anti swasta, jangan sampai ada sentimen – sentimen orang mencari keuntungan itu jahat, karena banyak masyarakat kita berpikir seperti itu insyallah ke depan Pandeglang menjadi daerah aman dan nyaman untuk investasi,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











