RADARBANTEN.CO.ID – Penelitian terhadap sifat dan kepribadian seseorang serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian, telah lama diamati psikolog.
Sejumlah psikolog berpendapat, bahwa sifat dan pribadi seseorang dibentuk oleh lingkungan mereka tinggal. Ketika orang tersebut tinggal di lingkungan yang religi, maka orang tersebut besar kemungkinan menjadi pemuka agama.
Begitu sebaliknya, jika seseorang sejak kecil tinggal di sebuah lingkungan yang penuh kejahatan, maka orang tersebut cenderung menjadi penjahat.
Pandangan seperti ini di dalam ilmu psikologi disebut empirisme. Penganut empirisme mempercayai kepribadian dan sifat seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh lingkungan.
Dikutip dari buku Pengantar Psikologi Umum, karya Sarlito W Sarwono, Tokoh empirisme pertama adalah John Locke, seorang filsuf berkebangsaan Inggris. Locke menjadi orang pertama yang mengemukakan pandangan ini di tahun 1.600-an hingga 1.700-an.
Menurut Locke, jiwa manusia waktu lahir bersih dan suci, bagaikan kertas yang belum ditulisi apapun. Akan menjadi apakah orang itu kelak, sepenuhnya tergantung pada pengalaman-pengalaman yang ia alami semasa hidupnya.
Seorang tokoh empirisme lainnya, yang juga guru besar psikologi di Universitas John Hopkins, Amerika Serikat, yang kemudian mendirikan aliran “Behaviorisme”, John B. Watson bahkan berani menyatakan hal ini:
“Berikan kepadaku sepuluh orang anak. Akan kujadikan kesepuluh orang anak itu masing-masing menjadi pengemis, pedagang, sarjana, dan sebagainya sesuai dengan kehendakku.”
Jadi menurut Watson, karena jiwa manusia waktu lahir masih bersih, maka untuk menjadikan manusia itu sesuai dengan yang dikehendaki, kepada anak itu tinggal diberikan lingkungan dan pengalaman-pengalaman yang diperlukan.











