RADARBANTEN.CO.ID – Pada saat bulan Ramadan, umat muslim selain menjalankan ibadah puasa, disunahkan untuk beribadah salat tarawih.
Salat tarawih dilaksanakan setelah waktu salat Isya atau pada malam hari setelah berbuka puasa. Salat tarawih pun disebut sebagai penyempurna ibadah puasa di bulan Ramadan.
Momen puasa Ramadan akan terasa seperti ada yang kurang apabila tidak melaksanakan salat tarawih. Ibadah puasa Ramadan rasanya kurang afdol.
Selain itu, salat tarawih yang biasanya dilaksanakan berjamaah ini memiliki manfaat bagi kesehatan lho!
Apa saja manfaat salat tarawih bagi kesehatan?
RADARBANTEN.CO.ID merangkum manfaat salat tarawih dari hellosehat.com, Kamis (23/3/2023), inilah beragam manfaat salat tarawih bagi kesehatan :
- Membantu Proses Metabolisme
Pada saat sebelum berbuka puasa, kadar glukosa darah dan insulin biasanya berada pada level yang rendah. Namun setelah berbuka puasa akan terus meningkat. Setelah satu atau dua jam, kadar glukosa darah dan insulin akan mencapai tingkat tertinggi.
Pada waktu ini bertepatan dengan waktu salat tarawih. Peredaran glukosa melalui aliran darah akan terbantu oleh gerakan salat sebagai proses metabolisme tubuh.
- Menurunkan Berat Badan
Berbagai studi telah membuktikan bahwa salat tarawih atau salat lima waktu bisa membantu mengontrol berat badan dengan membakar kalori dalam tubuh.
Pengaturan pola asupan makanan dan minuman saat Ramadan sebaiknya dilakukan dengan penuh perhatian dengan menghindari makan berlebiuhan saat sahur dan berbuka puasa agar mendapatkan manfaat yang lebih baik.
- Memperlancar Sirkulasi Darah
Perlu diketahui bahwa takbiratul ihram dan gerakan salat lainnya dapat membantu memperlancar sirkulasi darah dalam tubuh.
Sel-sel tubuh dalam proses metabolisme, mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi. Pada saat melakukan gerakan salat, pembuluh darah akan melebar serta memperlancar aliran darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi.
- Meningkatkan Kebugaran Fisik
Gerakan salat tarawih berasal dari paduan isometrik dan isotonik yang dapat meningkatkan kebugaran fisik.
Latihan isometrik yang bertujuan untuk melatih kekuatan otot tanpa menggerakan persendian disekitarnya terdapat pada gerakan salat ketika rukuk atau sujud.
Begitu pula dengan latihan isotonik yang dinamis yang melibatkan gerakan memanjang dan memendekkan otot, terdapat pada gerakan salat saat takbiratul ihram dan bangun dari rukuk (iktidal).
Bekat aktivitas ibadah salat tarawih, tubuh bisa menjadi lebih bugar sehingga membantu lebih siap dengan aktivitas fisik harian.
- Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Kombinasi puasa Ramadan. melaksanakan salat tarawih dan ibadah lainnya mempunyai manfaat menurunkan risiko penyakit jantung dan pembulluh darah (kardiovascular).
Hasil penelitian daris sebuah studi dalam Nutrition Journal (2012) menemukan bahwa terdapat perbaikan pada sejumlah faktor risiko penyakit kardiovascular. Penurunan tekanan darah dan kadar kolesterol sehat dipercayai merupakan manfaat dari gerakan salat.
- Mencegah Osteoporosis
Manfaat salat, termasuk salat tarawih bisa mencegah osteoporosis selain dengan melakukan aktivitas yang rutin. Salat tarawih bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kepadatan mineral tulang.
Gerakan salat secara teratur dan berulang juga membantu meingkatkan kelenturan sendi tubuh, sehingga mencegah pengapuran tulang, dan tulang yang menjadi rapuh dan tipis.
- Meningkatkan Suasana Hati
Dr. Herbert Benson, peneliti dari Harvard Mind Body Medical Institute, mengemukakan bahwa bacaan doa dan ayat Al-Qur’an saat salat akan menimbulkan respons relaksasi dalam tubuh.
Hal itu menjelaskan juga bahwa salat tarawih atau salat lainnya tidak hanya memberikan manfaat kesehatan fisik tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental.
Pengenduran otot, penurunan tekanan darah, dan perlambatan laju pernapasan adalah tanda bahwa tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.
Efek positif dari pengulangan bacaan doa dan ayat Al_Qur’an secara konstan pada saat salat juga membantu meningkatkan memori pada lansia!
Nah, itulah beberapa manfaat salat tarawih bagi kesehatan. Agar memperoleh manfaat yang maksimal sebaiknya diimbangi dengan pola hidup yang sehat selama puasa Ramadan.
Penulis: Indra Sena
Editor: Aas Arbi











