PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah berkelakar jika uang hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dikasihkan kepada pelaku UMKM maka usahanya akan semakin maju.
Pernyataan itu disampaikan Dimyati Natakusumah dan juga selaku Mantan Bupati Pandeglang saat menghadiri acara Festival UMKM dan Bazar Ramadan di Alun-alun Pandeglang dalam rangka menyambut HUT ke-149 Kabupaten Pandeglang.
Kelakar Dimyati soal TPPU tersebut dilontarkan lantaran sebelumnya ia yang duduk di Komisi III DPR RI melakukan rapat dengar pendapat bersama Menkopolhukam Mahfud MD.
“Rapatnya pembahasan uang TPPU Rp349 triliun. Bayangin coba kalau Rp1 triliun di kasih ke UMKM maka akan semakin maju,” katanya di hadapan ratusan UMKM di Alun-alun Pandeglang, Sabtu 1 April 2023.
Menurut Dimyati, pelaku UMKM ialah penyokong perekenomian Negara Indonesia. Tapi sayang ternyata banyak orang merusak perekonomian negara dan merusak keuangan negara.
“Ooleh sebab itu kami apresiasi terhadap UMKM. Begitu terjadi krisis, UMKM yang bisa bertahan dengan krisis itu,” katanya.
Dimyati berharap, para pelaku UMKM mulai memanfaatkan kemajuan teknologi karena sekarang sudah serba digitalisasi. Kalau usaha UMKM itu sangat banyak dan bervariasi ada yang jual baj, ada jual makanan segala macam.
“Kalau dia buka toko dia hitung sekian sekian, belum bayar sewa toko, bayar pegawai, belum bayar listrik, tapi kalau dia berjualan dengan online ternyata itungan online lebih untung online karena tidak perlu bayar pegawai, sewa tempat. Maka oleh sebab itu sangat perlu digitalisasi UMKM untuk menghidupkan UMKM,” katanya.
Tujuan terus didorong supaya maju agar para pelaku UMKM bisa kaya dan makmur. Kalau sudah kaya mereka bayar pajak.
“Tapi orang pajak jangan ngemplang, eh ini malahan flexing (pamer kekayaan di medsos). Orang pajak kayak banget, jangan – jangan enggak bayar pajak,” katanya.
Dimyati menegaskan, bahwa UMKM lah yang bisa menumbuhkan ekonomi akan maju. UMKM yang menyokong perekonomian negeri.
“Apakah yang bayar pajak yang perusahaan besar – besar itu, yang membantu negara ini, sehingga ada pembangunan infrastruktur jalan tol, jembatan besar, gedung bertingkat, IKN dan sebagainya. Apakah perusahaan -perusahaan raksasa itu yang bayar bantu, bukan, tapi hang banyak bantu itu UMKM, yang membantu itu rakyat kecil, masyarakat yang membayar pajak,” katanya.
Pelaku UMKM dan rakyat kecil, yang beli minyak bayar pajak, beli rokok bayar pajak, beli baju bayar pajak, semua dikenakan pajak. Tapi tidak terasa, seperti bola salju semakin besar.
“Maka saya apresiasi kepada UMKM. Karena UMKM lah penyokong ekonomi negara,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Aditya











