RADARBANTEN.CO.ID – Ustad Abdul Somad (UAS) baru-baru ini berdakwah perihal Lailatul Qadar pada bulan ramadan 2023.
Ceramah Ustad Abdul Somad tentang tanda-tanda mendapatkan Lailatul Qadar dengan gaya khasnya yang tegas, lugas dan jenaka pada sebuah majelis.
Apa yang dikatakan Ustad Abdul Somad tentang tanda-tanda mendapatkan lailatul Qadar?
Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, dan dalam Al-Quran menggambarkannya sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Peristiwa Lailatul Qadar terjadi pada setelah maghrib hingga terbitlah fajar. Banyak pendapat dari ulama Islam yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 terakhir bulan Ramadan.
Hal tersebut berdasarkan hadis dari Aisyah yang mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).
Adapun ciri-ciri dari malam Lailatul Qadar yang dikutip RADARBANTEN dari laman yatimmandiri.org, Jumat 14/4/2023 sebagian disebutkan dalam hadist yaitu:
- Malam ganjil diantara 10 malam terakhir Ramadan
- Langit yang bersih dan cuaca malam yang cerah
- Keadaan alam tenang dan hening
- Suhu udara tidak terlalu dingin maupun terlalu panas
- Angin berhembus dengan lembut
- Tidak ada bintang
- Bulan berukuran separuh nampan
- Datangnya hujan atau gerimis
- Matahari terbit dengan sempurna namun tidak menyengat
- Langit berwarna kemerahan pada pagi hari
- Didatangkan melalui mimpi
- Kenikmatan dalam beribadah
Dan melalui akun YouTubenya, Ustad Abdul Somad pun menjawab pertanyaan seputar tanda-tanda bagi yang mendapatkan Lailatul Qadar.
Pada akun YouTube yang memiliki 3 juta lebih subscribers tersebut, UAS mengatakan bahwa mendapatkan Lailatul Qadar yaitu adanya “perubahan”. Tanda yang sama dengan tanda haji mabrur dan taubat nasuha.
Adanya perubahan yang dimaksudkan oleh Ustad Abdul Somad adalah perubahan yang bersifat pribadi. Berubah secara kebiasaan, perilaku, mental maupun akhlak.
“Perubahan dalam diri menuju lebih baik dan soleh”, tutup Ustad Abdul Somad usai menjawab pertanyaan pada sebuah sesi ceramah beliau.***
Penulis: Indra Sena
Editor: Haidaroh











