TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Kampung Eco Wisata Keranggan saat ini telah menjadi objek wisata alam di Tangsel. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) bahkan menyatakan kampung ini masuk kedalam 75 desa wisata di Indonesia.
Ditelusuri dari sejarahnya, rupanya Kampung Eco Wisata Keranggan dulunya merupakan daerah kumuh, tertinggal, dan miskin. Di tempat ini jangankan untuk dijadikan untuk objek wisata, dijadikan tempat pemukimanpun tidak banyak orang yang mau.
Alwan, warga Kampung Keranggan, bersama warga lainnya yang merubah citra negatif kampung ini. Bahkan di tangan mereka, Kampung Keranggan berhasil dijadikan sebagai objek wisata alam, wisata kuliner dan wisata riset penelitian.
Menurut Alwan, perjalanan menciptakan Kampung Eco Wisata Keranggan dimulai pada tahun 2013 silam. Saat itu Alwan membuat konsep pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan. Fokusnya adalah memberdayakan pelaku UMKM.
Pendampingan ini awalnya hanya kepada 10 pelaku UMKM, kemudian berkembang menjadi 100 pelaku UMKM dengan waktu relatif singkat. Setelah upaya pemberdayaan pelaku UMKM dinilai berhasil, ia kemudian mendapat ide baru, yakni membangun Kampung Keranggan menjado eco wisata.
“Ssaat itu kami melihat ada potensi sumber daya alam dari Kampung Keranggan, karena wilayahnya berada di bantaran kali Cisadane, lalu kami berusaha mempadukan dengan usaha masyarakat setempat,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 11 Mei 202
Memasuki tahun 2015, ia dan sejumlah masyarakat kemudian membentuk sebuah kelompok sadar wisata (pokdawis) dan mulai membangun infrastruktur Kampung Eco Wisata Keranggan.
“Syarat tempat wisata itu harus ada kulinernya lalu harus ada tempat ibadahnya dan harus ada toiletnya, ada tempat penginapannya, terus harus ada daya tariknya juga, Nah, semua ini kita bangun pelan-pelan,” jelasnya.
Alwan kemudian menjadikan kuliner ikan cere sebagai daya tarik wisata kuliner di Kampung Eco Wisata Keranggan, sekaligus menjadi ciri khas dari kampung ini. Pada perjalannya, ia kemudian membangun camping ground dan wisata menyusuri kali Cisadane.
Kini, setelah melalui perjalanan panjang membangun Kampung Eco Wisata Keranggan, pihaknya kemudian bekerjasama dengan 10 perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi Kampung Keranggan dan menjadikan Kampung Keranggan sebagai wisata riset dan penelitian.
Di tahun 2019, Pemerintah Kota Tangsel mulair melirik Kampung Keranggan dan sejurus waktu mengeluarkan SK Walikota menetapkan Kampung Eco Wisata Keranggan sebagai objek wisata alam Tangsel.
Alwan mengaku, perjuangan dalam mmebangun Kampung Eco Wisata Keranggan merupakan panggilan hati. Bahwa menurutnya, kampung ini oleh banyak orang bahkan oleh Pemkot Tangsel sendiri disebut sebagai kampung kumuh, tertinggal dan miskin.
“Di situlah saya sebagai anak kampung sini harus berbuat untuk kampung ini. Kami kemudian membuat konsep yang disebut tadi sebagai konsep pembangunan ekonomi kerakyatan dan konsep kampung eco wisata,” ujarnya.
Menurut Alwan, steorotif itu tidak menjadikan ia putus asa dalam membangun kampung Keranggan. Bahkan, lewat keberhasilannya mengembangkan ide dan konsep eco wisata, ia kemudian diundang Pemerintah Jepang mempresentasikan konsepnya itu.
“Di Jepang, baru saja mengeluarkan konsep, sudah diapresiasi oleh Pemerintahnya. Kalau di Indonesia, konsepnya harus berhasil dulu baru diapresiasi,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aas Arbi











