SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Cuaca panas ekstrem di Kota Serang dan wilayah lain di Provinsi Banten disebabkan oleh fenomena El Nino. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Serang meminta masyarakat tidak perlu panik.
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan air laut di atas kondisi normal. Menurut Koordinator Pelayanan Daya dan Informasi BMKG Kelas I Serang Tatang Rusmana menyebut, cuaca Kota Serang dan Kabupaten Serang sempat di angka 35 deraja celcius.
“Untuk di wilayah Kota dan Kabupaten Serang memang sempat tercatat suhu maksimum yang cukup ekstrem. Di Stasiun Meteorologi Serang sendiri tercatat pada 14 Mei 2023 kemarin, itu tercatat ketinggian suhu yang cukup ekstrem di kisaran 35,5 derajat celcius,” katanya, Rabu 17 Mei 2023.
Tatang mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghadapi fenomena cuaca ekstrem El Nino saat ini.”BMKG menyampaikan informasi terkait dengan mitigasi bencananya itu tentunya dinas-dinas terkait sudah kami sampaikan perihal dengan informasi ini. Apalagi dikaitkan dengan El Nino dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap dampak kekeringan,” ujar Tatang.
Kendati demikian, Tatang menjelaskan bahwa dampak El Nino untuk wilayah Indonesia Barat tidak mengalami dampak yang begitu signifikan.
“Tetapi di Indonesia bagian Tengah dan Timur itu cukup siginifikan, seperti itu. Di Banten itu termasuk tidak terlalu signifikan, sebenarnya ada akan tetapi tidak signifikan sifatnya,” jelas Tatang.
Selain itu Tatang mengatakan, sebagian wilayah di Provinsi Banten sudah memasuki musim kemarau, khususnya pada wilayah Banten bagian utara.”Khususnya untuk wilayah Banten bagian utara, diantaranya adalah Serang bagian utara dan Kota Cilegon itu sudah memasuki musim kemarau berdasarkan 3 April 2023 kemarin. Sebagian untuk wiayah Banten bagian selatan belum memasuki musim kemarau,” tuturnya.
Kemudian kata Tatang, cuaca ekstrem El Nino berdasarkan data telah mengikuti periode musiman. Indonesia, lanjut Tatang, hanya memantau dampaknya saja.
“Sebenarnya El Nino mengikuti periode musiman juga, dan ini tetap dimonitor. Jadi posisinya itu dimonitor wilayah Samudera Pasifik bukan hanya disini. Jadi, bukan di monitor di Indonesia justru, akan tetapi indeksnya yang di monitor di Samudera Pasifik. Kalau di Indonesia sendiri itu lebih kepada dampaknya, nanti bisa dilihat anomalinya di Samudera Pasifik,” kata Tatang.
Tatang mengimbau, masyarakat Kota Serang agar tidak menyikapi berlebihan terkait fenomena dari El Nino ini. Ia menyarankan agar masyarakat mempersiapkan mitigasi cuaca panas yang ekstrem, dengan mencukupi ketersediaan air. “Kemudian, aktivitas diluar bagaimana caranya supaya kita tidak terlalu dehidrasi, mungkin seperti itu saja,” kata Tatang.
Repoter: Nahrul Muhilmi
Editor : Merwanda











