SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Seorang siswi SD cantik keturunan Tionghoa berinisial RA (12) dibawa kabur oleh karyawan pabrik berinisial PP (24). Selama membawa kabur anak asal Kasemen, Kota Serang tersebut pelaku sudah beberapa kali mencabuli korban.
“Korban sudah beberapa kali disetubuhi pelaku,” ujar Tim relawan Komnas Perlindungan Anak (PPA) Kota Serang Heri Ongki kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 4 Juni 2023.
Heri menjelaskan, korban dirudapaksa (disetubuhi-red di sejumlah lokasi. Sebelumnya korban diduga dirayu korban hingga hubungan suami istri terjadi. “Informasinya (disetubuhi-red) di Kasemen dan kosan pelaku yang ada di Cikande,” kata Heri.
Heri menjelaskan, kasus persetubuhan dengan anak di bawah umur itu berawal saat pelaku membawa kabur korban pada Sabtu 20 Mei 2023 malam lalu. Ketika itu, korban dibawa korban menggunakan sepeda motor.
“Awalnya korban ini pamit untuk ke warung (kepada orang tuanya-red),” kata Heri.
Setelah pamit tersebut, korban tak kunjung kembali. Orang tua korban yang khawatir sempat melakukan pencarian ketika itu namun belum membuahkan hasil. “Sempat dicari awalnya, tapi belum ketemu,” ungkap Heri.
Korban akhirnya berhasil ditemukan setelah adanya informasi mengenai keberadaan dari pelajar asal Kasemen, Kota Serang tersebut. Pihak keluarga yang mendapati informasi tersebut langsung bergegas ke lokasi untuk menjemput korban.
“Ketemu di rumah nenek pelaku di Sawarna daerah Bayah, Kabupaten Lebak,” ucap Heri.
Setelah dibawa pulang, korban mengaku mengenal korban melalui media sosial (medsos) Facebook. Dari perkenalan itu, korban dibujuk untuk pergi bersama pelaku. “Kenalnya di Facebook, setelah itu baru dibawa kabur,” ujar Heri.
Heri menuturkan, pihak keluarga korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku tersebut telah melaporkannya ke Polda Banten. Mereka berharap, pelaku agar segera ditangkap.
“Sudah dilaporkan ke Polda Banten, keluarga berharap agar segera ditangkap pelakunya,” tutur Heri.
Dikonfirmasi terpisah, Kasubdit Penmas Polda Banten AKBP Meryadi belum dapat dikonfirmasi. Panggilan dan pesan whatsapp yang dikirim RADARBANTEN.CO.ID belum mendapat respon. (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Agung S Pambudi











