SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Serang terus berusaha menurunkan angka stunting di wilayahnya hingga 14 persen pada tahun 2024.
Saat ini, angka kasus stunting di Kabupaten Serang mencapai 26,4 persen. Untuk itu, perlu ada upaya yang maksimal untuk mengejar target nasional.
Seperti disampaikan Sekda Kabupaten Serang, Tb Entus Mahmud Sahiri, usai memberikan pengarahan kepada peserta Rembuk Stunting di salah satu hotel di Kabupaten Serang, bahwa dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Serang, perlu sinergitas antara setiap pemangku kebijakan di level dinas sampai Desa.
“Kita targetkan di 2024 itu 14 persen. Ini angka yang cukup berat untuk dilakukan jika hanya oleh Dinas KB.”
“Oleh karena itu, kita undang dari seluruh stakeholder, OPD, Kecamatan, Puskesmas, Desa khususnya yang ada di 10 Desa menjadi lokasi penurunan stunting di tahun 2024,” jelasnya, Senin, 26 Juni 2023.
Menurutnya, perlu ada dukungan dari seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Serang baik dari segi pembiayaan atau lainnya.
“Ada pembiayaan, ada kolaborasi untuk di lapangan dengan Camat, dengan Puskesmas, dengan Desa. Tanpa ada kerja sama dan kolaborasi tersebut ini sulit untuk dicapai,” terangnya.
Ia pun memberikan penekanan kepada seluruh peserta yang hadir untuk serius menurunkan angka stunting di Kabupaten Serang. Bahkan, untuk program-program yang tidak sesuai dengan visis dan misi harus dihapuskan.
“Pesan ibu Bupati bila ada kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan visi-misi di 2024 ini harus dihilangkan, demi tercapainya percepatan penurunan angka stunting. Anggaran difokuskan pada penurunan angka stunting,” jelasnya.
Menurutnya, pada pandemi Covid-19 yang melanda beberapa waktu lalu, cukup menghambat proses penurunan stunting di Kabupaten Serang.
“Mudah-mudahan pasca pandemi ini kita akan lebih signifikan lagi menurunkan angka stunting di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Entus berharap, acara tersebut dapat menghasilkan komitmen dari seluruh stakeholder baik Pemerintah, masyarakat, akademisi termasuk juga dari media masa.
“Stunting sekarang ada di 26,4 persen, target di 2023 turun jadi 18 persen hingga nanti di 2024 menjadi 14 persen,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











