RADARBANTEN.CO.ID – KJRI Frankfurt menyelenggarakan Festival Soto dan Sate Nusantara di Steyler Missionare, Sankt Augustin, belum lama ini.
Festival ini merupakan kali pertama diselenggarakan di Jerman maupun di Eropa.
“Melalui sajian kuliner Nusantara yang menggugah selera, diharapkan masakan Indonesia yang kaya rempah semakin mendapatkan tempat di hati komunitas mancanegara,” kata Konsul Jenderal RI Frankfurt, Acep Somantri, dalam siaran pers yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 27 Juni 2023.
Acep mengungkapkan, Festival Soto dan Sate Nusantara menjadi pelepas kerinduan bagi pecinta kuliner khas Indonesia pasca pandemi Covid-19.
Festival ini merupakan ajang bagi masyarakat Jerman untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara karena satu menu masakan Nusantara memiliki puluhan aneka bumbu yang berbeda.
“Soto dan sate merupakan dua dari lima jenis hidangan Nasional (national dishes) yang ditetapkan Kemenparekfraf tahun 2018. Pemilihan menu sate juga cocok dengan praktik dan kebiasaan masyarakat Jerman untuk mengadakan barbecue saat musim panas. Tren menu makanan vegan dan mayoritas masyarakat Jerman yang menyukai sambal kacang merupakan salah satu faktor yang mendukung digemarinya hidangan Nusantara,” ungkap Acep.
Acep menjelaskan, hidangan soto dan sate yang disajikan oleh 12 restoran dan penjaja kuliner di wilayah kerja KJRI Frankfurt merepresentasikan soul food Indonesia dari Sabang hingga Merauke dalam keunikan tampilan dan cita rasa.
“Festival Soto dan Sate Nusantara menyajikan 10 ragam soto dan 10 ragam sate, di antaranya Soto Lamongan, Empal Gentong, Soto Mi Bogor, Soto Padang, Soto Banjar, Soto Medan, Soto Betawi, Soto Bandung, Coto Makassar, Rawon, Sate Ayam, Sate Vegetarian (Sate Tempe, Jejamuran, Tahu), Sate Maranggi, Sate Taliwang, Sate Kambing, Sate Lilit, Sate Padang dan Sate Bia (Kerang),” kata Acep.
Acep menambahkan, ragam kuliner Indonesia dikemas dalam porsi seharga 5 Euro sehingga pengunjung dapat menikmati variasi soto dan sate sebanyak mungkin.
“Selain itu turut disajikan kopi Indonesia dan minuman khas serta produk makanan Indonesia,” ungkap Acep.
KJRI Frankfurt juga telah membuka Warung Konsuler untuk layanan paspor, amandemen data paspor (nama atau alamat), lapor diri, surat keterangan, serta konsultasi keimigrasian bagi WNI dan WNA.
Warung Konsuler adalah program pelayanan publik jemput bola KJRI Frankfurt yang diselenggarakan di lokasi-lokasi konsentrasi WNI. Selain bentuk pelayanan ekstra jemput bola, Warung Konsuler juga selaras dengan program responsif gender.
Pada Warung Konsuler kali ini, delapan bayi dan balita memperoleh layanan penggantian atau pembuatan paspor baru.
Dibuka juga booth Pemilu 2024 oleh Penyelenggara Pemilu Luar Negeri (PPLN) Frankfurt, sehingga masyarakat Indonesia dapat memperoleh layanan dan konsultasi kekonsuleran serta informasi mengenai Pemilu.
Festival Soto dan Sate Nusantara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya yang menghadirkan tarian daerah asal Indonesia, penampilan angklung dan band yang membawakan lagu-lagu daerah maupun pop.
Ada 1.000 lebih pengunjung memadati Festival Soto dan Sate Nusantara.
Kecintaan pada bumbu dan rempah Nusantara diharapkan membuka pintu gerbang bagi masyarakat Jerman untuk mengeksplorasi keragaman seni dan budaya serta pariwisata Indonesia. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agus Priwandono











