SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Serang, Syafrudin, mengakui jika Pemkot Serang masih kurang maksimal dalam memperhatikan atlet-atlet Kota Serang yang berprestasi.
Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang masih terkendala oleh aturan yang menjadi alasan Pemerintah dalam membina atlet dan kurangnya perhatian kepada atlet.
Syafrudin mengaku, selama ini tidak ada regulasi yang mengatur terkait hal tersebut.
“Karena belum ada regulasi, makanya belum maksimal. Tapi kami tetap memberi perhatian,” ujarnya, Jumat, 21 Juli 2023.
Syafrudin menuturkan, selama ini banyak atlet berprestasi yang diundang secara khusus olehnya sebagai bentuk apresiasi Pemkot Serang terhadap usaha dan kerja keras atlet.
Namun, lanjut Syafrudin, undangan tersebut dilakukan secara pribadi untuk memberikan kadeudeuh sekadarnya dari uang pribadinya.
“Selama ini saya beri perhatian, bahkan saya memberikan apresiasi dengan uang pribadi saya sebagai bentuk terima kasih, karena telah membawa nama baik Kota Serang. Tapi saya akui, bukan tidak perhatian, tapi kurang maksimal perhatiannya, karena tidak ada regulasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, Jumhadi, mengkritik Pemkot Serang yang kurang perhatian terhadap atlet Kota Serang, khususnya pada pembinaan serta pelatihan.
Padahal, tak sedikit atlet yang berasal dari Kota Serang berprestasi pada ajang perlombaan dan Olimpiade, baik tingkat nasional maupun internasional.
“Saya melihat cukup miris terhadap dunia olahraga di Kota Serang ini. Banyak atlet berprestasi tapi kurang pembinaan. Perhatian dari pemerintahnya kurang, khususnya dalam pembinaan para atlet ini,” ujarnya, Jumat, 21 Juli 2023.
Jumhadi menjelaskan, dari banyaknya atlet Kota Serang yang berhasil memenangkan sejumlah perlombaan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional itu tentu memiliki potensi besar dalam bidang olahraga tertentu.
“Jadi, kami sebagai bagian dari pemerintahan sudah seharusnya memberikan dukungan dan perhatian,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











